Bupati Manggarai Barat Agustinus Ch Dula. (Foto: Floresa.co).

Labuan Bajo, Floresa.co Bupati Manggarai Barat (Mabar) berbeda sikap dengan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Victor Bungtilu Laiskodat yang tegas menolak wacana wisata halal di Labuan Bajo. Dula menyebut suara protes terkait konsep wisata yang diperkenalkan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) itu berlebihan.

“Terlalu ekstrim kata menolak. Tetapi, akan dipertimbangkan dengan budaya lokal. Dan, budaya lokal di Mabar adalah potensi besar dalam menghidupkan pariwisata,” kata Dula kepada Floresa.co, Sabtu, 4 Mei 2019.

Sementara sebelumnya, Laiskodat secara tegas menolak konsep wisata halal tesebut.

“Mana ada wisata halal di NTT pakai (wisata) halal. Wisata halal itu bikin ribut nanti,” kata Laiskodat saat berkunjung ke Borong, Ibu Kota Kabupaten Manggarai Timur (NTT), Jumat 3 Mei 2019.

Baca Juga: BOP dan Pemkab Mabar Saling Cuci Tangan Terkait Wisata Halal

Dula menganggap, penolakan yang masif di media sosial (Medsos) terhadap wacana itu sebagai partisipasi dalam pembangunan.

“Menghargai budaya lokal bagian penting untuk menjaga toleransi. Biarkan kata menolak itu bahasa Medsos yang saya jadikan bagian dari partisipasi pembangunan,” tambahnya.

Dula menjelaskan, konsep wisata halal yang masih dalam tahap wacana, semestinya harus diterima. Namun, ia mengaku Pemda akan tetap mempertimbangkannya seandainya akan menjadi sebuah kebijakan.

“Kita harus terbuka dengan dunia wacana bahkan dipandang sebuah prestasi dan prestise,” ujarnya.

“Bahwa wacana ini menjadi kebijakan ini yang perlu diperhatikan, dan filternya di Pemda. Kalau Pemda tetap sikapnya kekuatan budaya. Apalagi budaya menjadi pilar pariwisata,” tambahnya.

Sebelumnya, wacana menerapkan wisata berlabel halal di Labuan Bajo mengemuka setelah Kementerian menggelar sosialisasi di Labuan Bajo, 30 April 2019.

Sebelumnya, melalui media Genpi.co, Direktur Utama Badan Otorita Pariwisata (BOP) Labuan Bajo – Flores, Shana Fatina yang berbicara dalam acara itu menyatakan, dari pengenalan konsep wisata halal “diharapkan dapat membantu peningkatan kunjungan wisatawan dan memperluas pengsa pasar Labuan Bajo, khususnya bagi wisatawan muslim.”

ARJ/Floresa