Viktor Bungtilu Laiskodat, Gubernur Nusa Tenggara Timur ( NTT) periode 2018-2023. (Foto: Kompas.com)

Floresa.co – Gubernur Nusa Tenggara Timur, Victor Bungtilu Laiskodat menolak wacana wisata halal di Labuan Bajo dan menyebutnya hanya akan menimbulkan masalah.

“Mana ada wisata di NTT pakai (wisata) halal. Wisata halal itu hanya bikin ribut nanti,” kata Laiskodat kepada saat diwawancarai di sela-sela kunjungan kerjanya di Borong, ibukota Kabupaten Manggarai Timur, Jumat, 3 Mei 2019.

Ia menjelaskan, “kalau ada wisata  halal, berarti yang lain haram dong.”

“Tidak ada itu wisata halal,” katanya.

BACA JUGA: Wacana Wisata Halal di Labuan Bajo Picu Perdebatan

Ia juga sempat menyinggung Badan Otorita Pariwisata (BOP) Labuan Bajo, yang ikut memperkenalkan konsep wisata itu.

“Orang BOP-nya saja tidak jelas,” katanya.

Ia menyatakan, dalam pariwisata, cluster yang dikenal adalah cluster sosial, yakni the lux, middel class dan social class.

Social class itu para backpaper, middle class yang kelas menengah dan the lux itu yang bintang lima,” tegasnya.

Wacana wisata halal mencuat setelah adanya sosialisasi di Labuan Bajo pada 30 April lalu, yang melibatkan Kementerian Pariwisata, BOP dan Dinas Budaya dan Pariwisata Mabar.

Wacana itu segera memantik reaksi publik, setelah tulisan terkait sosialisasi wacana itu dipublikasi di situs GenPi.co

BACA JUGA: Hery Nabit: Wisata Halal di Labuan Bajo Masih Sebatas Wacana

Situs itu yang merupakan bagian dari Kementerian Pariwisata telah menghapus dua tulisan terkait wacana wisata halal ini.

Rosis Adir/NJM/Floresa