Ilustrasi Gantung Diri.

Floresa.co – Seorang pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur meregang nyawa setelah menggantung diri di belakang rumahnya pada Selasa malam, 30 April 2019.

Menurut pihak kepolisian sektor Waelengga, jasad pelajar kelas III SMP berinisial MMW (16) warga Maghi Leko, Waelengga, Kelurahan Watunggene, Kecamatan Kota Komba itu pertama kali ditemukan oleh ibunya VOA (37).

“Pada saat ditemukan, posisi korban tergantung di pohon asam dengan tali nilon berwarna biru terikat di lehernya dan posisi kaki ditekuk hingga lututnya hampir menyentuh tanah,” kata Kapolsek Waelengga, AKP Khantun, kepada Floresa.co, pada Rabu pagi, 1 Mei.

Berdasarkan keterangan saksi VOA, lanjutnya, pada Rabu sore sekitar pukul 18.30 wita, saksi menyuruh korban untuk membeli sayur dan ikan di pasar Waelengga.

“Sekembalinya dari pasar Waelengga, saksi menyuruh korban untuk langsung membersihkan sayur tersebut. Sedangkan, pada saat itu saksi bersama ayah korban sedang menunggu atau menjaga kiosnya yang berjarak sekitar 30 meter dari rumah mereka. Di dalam rumah hanya terdapat keempat saudara kandung korban yang sedang menonton televisi,” katanya.

Sekitar pukul 19.30 wita, lanjutnya, VOA kembali ke rumah untuk memasak makan malam.

“Selanjutnya, saksi mengajak suaminya untuk makan malam. Pada saat itu, saksi bersama suaminya langsung mencari korban ke kamar tidurnya, hendak mengajak korban untuk makan malam bersama,” jelasnya.

Setelah diperiksa di kamar tidur, kata dia, saksi tidak menemukan korban.

“Saksi kemudian mengambil senter untuk mencari korban di sekeliling rumah dan menemukan korban dengan posisi tergantung di belakang rumah mereka,” katanya.

Sementara YF (41), ayah korban, mengatakan kepada pihak kepolisian bahwa saat korban pulang membeli sayur, ia sempat bercanda dengan korban, karena korban ke pasar tidak menggunakan sepeda motor.

Namun, kata dia, korban tidak merespons dan terus berjalan menuju rumah mereka.

Setelah makan malam, katanya, ketika dirinya sedang menonton acara televisi, VOA memanggilnya karena mendapati korban menggantung diri di pohon asam.

YF pun segera keluar dan membuka lilitan tali pada leher korban.

Kemudian, ia meminta bantuan tetangga untuk mengangkat jasad korban ke dalam rumah mereka.

Kasus tersebut, kini sedang dalam penanganan Unit Reskrim Polsek Waelengga.

Rosis Adir/ Floresa