Ilustrasi

Floresa.coKeluarga seorang caleg Partai Hanura di Kabupaten Manggarai Timur membantah tudingan bahwa pihaknya melakukan politik uang dalam pemilu 17 April.

Mereka mengaku dirugikan dengan pemberitaan salah satu media lokal tentang dugaan politik uang di Desa Paan Leleng, yang menyeret nama caleg nomor urut lima yang mereka dukung. Desa Paan Leleng masuk dalam daerah pemilihan V di Kecamatan Kota Komba.

“Berkaitan dengan berita itu, kami akan melakukan langkah-langkah yang sesuai dengan UU, dalam hal ini UU Pers yang berlaku di negara ini,” kata Yani Sarnis, kakak kandung caleg tersebut dalam keterangan tertulis yang diterima Floresa.co, Jumat pagi, 26 April 2019.

Menurutnya, pemberitaan media tersebut pada 16 April 2019, sehari sebelum pencobolosan sangat tendensius dan merugikan adiknya.

Dalam pernyataan itu, ia juga meminta kepada keluarga besar, pendukung dan simpatisan caleg tersebut untuk tetap tenang dan mengikuti proses sesuai peraturan dan undang-undang yang berlaku.

“Kami menghormati proses di Bawaslu Matim yang kewenangannya diatur dalam UU Pemilu,” ujarnya.

Sebelumnya, terduga pelaku membantah tudingan pelapor, atas nama KAJ terkait dugaan politik politik uang.

“Buat apa saya lakukan hal bodoh seperti itu. Kalau betul saya membagi-bagikan uang, setidaknya, mereka punya bukti seperti foto atau video saat saya memberi uang itu,” katanya kepada Floresa.co usai memberi keterangan di ruangan GAKKUMDU di Bawaslu Matim, Kamis siang, 18 April.

Dalam rilis Bawaslu Matim disebutkan bahwa alat bukti yang berhasil diamankan oleh pihak Bawaslu yakni empat lembar contoh surat suara dan satu lembar uang Rp 50.000.

Menurut terduga pelaku, alat bukti yang diberikan oleh pelapor seperti contoh surat suara, bisa saja mereka dapat dari pihak lain saat masa kampanye.

“Kalau uang Rp 50.000 itu saya pastikan bahwa itu bukan dari saya, karena saya tidak pernah membagi-bagikan uang seperti yang mereka tuduh itu,” katanya.

Ia mengatakan, apabila betul dirinya melakukan praktik politik uang, pasti ada dampak signifikan terhadap hasil perolehan suara dari Caleg Hanura itu di wilayah Desa Paan Leleng.

“Kalau lihat dari hasil perolehan suara, sangat tidak mungkin kalau Caleg Hanura yang mereka sebut itu membeli suara. Sebab, perolehan suaranya sangat sedikit,” katanya.

Meski demikian, ia menyatakan, siap mengikuti semua proses penyelesaian masalah tersebut, yang kini ditangani Bawaslu Matim.

Rosis Adir/Floresa