Pulau Padar, salah satu destinasi wisata yang masuk di kawasan Taman Nasional Komodo (TNK). (Foto: Floresa).

Floresa.coPemerintah mengatakan rencana penutupan Taman Nasional Komodo (TNK) yang saat ini santer dibicarakan akan diputuskan pada akhir tahun, menanti hasil dari kajian dan rekomendasi tim terpadu.

Menurut Wiratno, Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KSDAE KLHK) menegaskan penutupan TNK masih sebatas wacana.

“Hal ini sesuai dengan hasil rumusan Rapat Koordinasi Pengelolaan Kawasan Konservasi dan Keanekaragaman Hayati di Provinsi NTT di Jakarta [Februari 2019],” kata Wiratno dalam keterangan resminya, Selasa, 9 April 2019.

Dia melanjutkan salah satu dari hasil rapat tersebut isinya menyatakan bahwa penutupan sementara kawasan TNK diputuskan atas pertimbangan ilmiah dan kondisi tertentu.

Tim terpadu yang ditunjuk untuk mengkaji kondisi di Pulau Komodo terdiri atas KLHK, Pusat Penelitian Biologi LIPI, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, Fakultas Kehutanan UGM, Fakultas Kehutanan IPB, praktisi ekowisata, Yayasan Komodo Survival Program (KSP), dan lainnya.

Kunjungan lapangan tim terpadu tersebut dijadwalkan akan dilaksanakan pada Minggu ketiga bulan ini, di mana mereka akan berkonsultasi dengan para pihak, antara lain pelaku wisata alam, termasuk dengan Badan Otoritas Labuan Bajo di Labuan Bajo.

Penutupan suatu taman nasional atau bagian dari taman nasional (termasuk TN Komodo), kata dia, merupakan kewenangan KLHK sebagaimana diatur dalam UU Nomor 5 Tahun 1990 serta Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2015.

Wacana penutupan TNK sebelumnya disuarakan oleh Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, sebagaian dari apa yang ia sebut menyelamatkan populasi komodo.

Wacana ini, yang ikut ramai diberitakan media asing telah menimbulkan kekuatiran di kalangan pelaku wisata karena banyaknya wisatawan yang berencana berlibur ke wilayah TNK kemudian membatalkan rencana mereka.

ARL/Floresa