Kapal wisata di Pelabuhan Labuan Bajo. (Foto: Floresa).

Labuan Bajo, Floresa.coPerusahaan Asuransi PT Jasa Raharja Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar sosialisasi terkait manfaat asuransi penumpang angkutan kepada sejumlah pemilik kapal wisata di Labuan Bajo, pada Kamis, 4 April 2019.

Dalam sosialisasi itu, pihak Jasa Raharja mengajak seluruh pemilik kapal wisata di Labuan Bajo untuk bekerjasama dengan pihaknya agar mengasuransikan kapalnya sehingga mendapat jaminan seandainya terjadi kecelakaan.   

Penanggung Jawab Jasa Raharja Mabar, Theodorus Seran mengatakan langkah itu diambil pihaknya mengingat Labuan Bajo merupakan salah satu destinasi pariwisata prioritas di Indonesia.

Dan, sejumlah titik destinasi wisata di Labuan Bajo tersebar di wilayah lautan yang memanfaatkan kapal sebagai moda transportasi.

“Dari itu, kami merasa penting sekali untuk pemilik-pemilik kapal wisata yang ada di Labuan Bajo, sadar betul manfaat, dan perlindungan Jasa Raharja ini dan sadar betul bahwa penupang-penumpang yang ada, harus memiliki perlindungan asuransi,” kata Theodorus kepada Floresa.co, Kamis, 4 April 2019.  

Theo mengatakan, skema kerja sama yang mereka tawarkan, dengan membuat nota kesepahaman (MOU) dengan metode perlindungan berdasarkan manifest dan sistem borongan.

“Dengan demikian, apabila kapal melakukan perjalanan wisata dengan mengangkut sejumlah turis, secara otomatis, penumpang-penumpang itu terjamin,” katanya.

Lebih lanjut, kata Theodorus, pihaknya akan terus berupaya agar semua pemilik kapal wisata di kota pariwisata itu bekerjasama dengan pihaknya sehingga memiliki jaminan keselamatan penumpang.

Pasalnya, hingga saat ini, sebagian besar kapal wisata itu belum memiliki asuransi PT Jasa Raharja.

“Sejau ini ada sekitar sembilan kapal, dari, kalau data sementara yang kami perloleh ada sektiar 150 kapal yang belum,” katanya.

“Kami harapkan, melalui momen sosialisasi ini, muncul kesadaran dari pemilik kapal, akan terlibat aktif dalam perlindungan kapal penumpang mereka,” tambahnya.

BACA JUGA: Kapal Wisata Tenggelam di Area Taman Nasional Komodo

Theodorus menambahkan, kemudahan yang akan diperoleh pemilik kapal jika bekerjasama ialah resiko akan menjadi tanggung jawab Jasa Raharja.

Ia merincikan, apabila penumpang mengalami luka-luka, maka Jas Raharja akan mengambil resiko biaya perawatan sampai maksimal 20 juta rupiah.

“Untuk di Labuan Bajo, kita sudah bekerja sama dengan pihak Siloam, sehingga, untuk korban luka-luka yang terjadi akibat peristiwa kecelakaan, bisa dirawat di Rumah Sakit Siloam dengan maksimal biaya 20 juta. Sehingga pihak pemilik tidak mempunyai tanggung jawab yang lebih terkait biaya perawatan. Begitu juga kalau cacat tetap atau meninggal dunia,” pungkasnya.

Sambut Antusias

Sementara itu, John Apong, staf kapal Komodo Trail menyambut baik tawaran kerjsa sama dari pihak Jasa Rajarja. Pasalnya, kata John, asuransi sangat bermanfaat dalam bisnis jasa perkapalan.

“Saya beruntung bahwa asuransi jasa raharja, berkenan membuka diri bahwa kami boleh mengambil bagian berkaitan dengan santunan keselamatan jika, suatu saat, kita tidak berharap terjadi kecelakaan, terjadi kecelakaan.

“Kami sebagai pemilik kapal agak terbantu bagaiman mem-back up, penumpang atau kapal kami yang menggunakan kapal kami,” tambahnya.

Selain itu, kata John, mengingat model bisnis yang semakin modern, poin kerjasama dengan Jasa Raharja memiliki nilai positif karena bisa menjadi salah satu strategi promosi dan pemasaran kepada penumpang.

Pasalnya, katanya wisatawan yang menggunakan kapanya untuk berlayar ke tempat-tempat wisata di Taman Nasional Komodo selalu menanyakan asuransi.

“Saya sangat bersyukur bahwa hari ini kami boleh bergabung. Itu boleh menjadi nilai plus bagi saya untuk menawarkan jaminan dasar ini ke tamu. Tamu kan melihat, apakah kamu memiliki, selain keselamatan secara dokumen, tetapi keselamatan seandainya terjadi kecelakaan,” tutupya.

ARJ/Floresa