Ilustrasi

Floresa.co Maria Anda, petani berusia 50 tahun meregang nyawa di Kali Wae Laku, Kabupaten Manggarai Timur pada Jumat pagi, 5 April 2019.

Ia diduga tergelincir saat menyeberang kali itu yang arusnya deras, demikian menurut polisi.

Berikut adalah kronologi penemuan jenazah warga asal Kampung Jawang, Desa Golo Kantar, Kecamatan Borong itu:

Pukul 07.00

Korban membonceng motor milik ojek bernama Fansianus Panta (38), warga sekampungnya. Mereka bergerak menuju sawah yang terletak di Kampung Toka. Sesampainya di lokasi tersebut, korban turun dari motordan berjalan kaki ke arah kali Wae Laku. 

Setelah itu, Fansianus kembali melanjutkan aktivitas. Ia baru mengetahui korban meninggal setelah pihak keluarga korban membawa korban ke rumah duka.

Pukul 07.30

Jenazah ditemukan pada pukul 07.30 oleh Melania Rindu, warga sesama kampung korban. Meliana saat itu sedang menyeberangi Kali Wae Laku, hendak pergi ke sawah yang terletak di seberang kali. Ia tiba-tiba melihat korban tersangkut di batu di tengah kali.

Maria Anda (50) ditemukan tewas di Kali Wae Laku, Kabupaten Manggarai Timur pada Jumat pagi, 5 April 2019. (Foto: Ist)

Korban memakai baju kaos bergaris warna merah putih dan sweeter warna abu abu, memakai celana pendek serta terdapat keranjang terbuat dari anyaman bambu yang tergantung di lehernya.

Melihat kejadian tersebut, Meliana memberitahu ke warga Kampung Toka, Desa Nangalabang yang dekat dengan lokasi. Warga spontan mendatangi lokasi.

Pukul 07.45

Polsek Borong mendapat informasi kejadian ini pada pukul 07.45. Menindaklanjuti informasi tersebut, dua anggota Polsek, Bripka Arifudin dan Brigpol Leonardus Beke menuju lokasi. Setibanya di sana, korban sudah berada dipinggir kali, setelah dipindahkan warga.

Pukul 08.45

Pada pukul 08.45 korban dibawa ke rumah duka dengan menggunakan kendaraan pick up untuk semayamkan.

Pukul 09.00

Kanit Reskrim Polsek Borong Ipda I Nyoman Samuel, Kanit Sabhara Polsek Borong Ipda Silvinus Jerandu dan Anggota Polsek Borong tiba di rumah duka pada pukul 09.00 dan bertemu dengan pihak keluarga korban.

Dari hasil pembicaraan, pihak keluarga yang diwakili oleh anak korban Gundisalvus N Ndarung menerima kematian itu sebagai musibah dan tidak menginginkan dilakukan visum pemeriksaan luar maupun outopsi. 

Korban akan dimakamkan di halaman rumahnya pada Sabtu esok, 6 April.

Rosis Adir/Floresa