Relikui Santo Kamilus de Lellis, pelindung orang sakit dan petugas kesehatan tiba di Ruteng pada Rabu, 3 April 2019. (Foto: Ist)

Floresa.coRelikui Santo Kamilus de Lellis, pelindung orang sakit, para dokter, perawat dan organisasi kesehatan mengunjungi Keuskupan Ruteng – Flores.

Relikui yang merupakan jantung Santo Kamilus itu tiba di Ruteng pada Rabu, 3 April 2019. Setelah disambut dengan tata cara adat Manggarai, relikui itu langsung ditahtakan di Biara Camilian di Langgo.

Pastor Cyrelus Suparman Andi MI, Rektor Seminari Santo Kamilus, Maumere selaku ketua penyambutan mengatakan, relikui itu akan berada di Ruteng hingga 12 April.

Meskipun tidak ada pengumuman resmi, katanya, banyak umat datang berkunjung untuk melihat langsung dan berdoa di hadapan relikui itu.

“Air, garam dan minyak, mereka letakkan di kaki relikui, berharap agar melalui doa-doa Santo Kamilus. Tuhan memberkatinya untuk kesembuhan mereka,” ujarnya.

Pastor Andi mengaku kagum dengan ungkapan iman umat yang datang berdoa di hadapan relikui itu.

“Semoga Tuhan, melalui doa Santo Kamilus, mengabulkan doa dan harapan hati mereka,” ungkapnya.

Santo Kamilus dilahirkan di Bocchiavico, Abruzzi, Italia pada 25 Mei 1550 dan wafat pada 14 Juli 1614 di Genoa, Italia.  

Ia dinyatakan sebagai beato pada tahun tahun 7 April 1742 dan diberi gelar santo oleh Paus Benediktus XIV, 29 Juni 1746.

Perjalanan hidup Santo Kamilus diawali dengan karyanya sebagai seorang tentara.

 Tuhan kemudian menuntun perjalanan hidupnya dengan bekerja di rumah sakit. Ia memperoleh tugas menjadi perawat orang sakit yang sudah sulit untuk disembuhkan.

 Ia akhirnya terpanggil menjadi imam dan mendirikan sebuah tarekat religius baru yang disebut Tarekat Hamba Orang-orang.

Relikui jantungnya selama ini disimpan di Cubiculum Sancti Camili di rumah induk ordo Kamilian di Roma, Italia.

Banyak umat beriman berziarah dan berdoa dihadapan relikui itu, memohon penyembuhan, dan doa mereka terkabulkan.

Selama berada di Keuskupan Ruteng, relikui Sano Kamilus dijadwalkan ditahtakan di beberapa gereja dan rumah sakit.

Adapun beberapa aktivitas yang dilakukan selama pentahtahan antara lain pengurapan orang sakit, doa penyembuhan, misa khusus orang sakit, serta doa dan venerasi pribadi.

Rosis Adir/Floresa