Ilustrasi Pemilu

Floresa.co – Pimpinan Keuskupan Ruteng mengajak Umat Katolik untuk berpartisipasi aktif dalam Pemilu 17 April mendatang dan menghindari golput.

Ajakan itu disampaikan dalam Surat Gembala Prapaskah/Paskah 2019 yang diterbitkan pada Kamis, 27 Maret 2019 dan ditandatangani oleh Administrator Apostolik, Mgr Silvester San.

“Kami mengajak umat untuk terlibat aktif ikut mencoblos dalam Pemilu pada tanggal 17 April 2019,” demikian pernyataan dalam surat tersebut yang diminta untuk dibacakan dalam Misa Hari Minggu di paroi-paroki.

“Janganlah menjadi golput, sebab melalui partisipasi Pemilu, kita turut mewujudkan Indonesia yang lebih maju, adil, sejahtera dan damai.”

Keuskupan mengajak uma untuk “memilih presiden, anggota legislatif dan DPD yang sungguh berkompeten dan berintegritas serta teruji mampu mensejahterakan bangsa dalam semangat Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.”

“Dalam keterlibatan sosial politik demikianlah, kita, orang-orang Kristiani sungguh menjadi ‘garam’ dan ‘terang’ dunia,” demikian disampaikan dalam surat itu.

Keuskupan mengingatkan bah Gereja dipanggil untuk terlibat dalam mewujudkan nilai-nilai Kerajaan Allah di tengah dunia ini.

“Kita berkewajiban untuk terlibat dalam mewujudkan kekuasaan yang mengabdi kepada kesejahteraan umum dan martabat pribadi manusia,” tegasnya.

Dalam suratnya, Keuskupan juga mengapresiasi berbagai program pendidikan politik nilai Kristiani serta kegiatan temu caleg maupun misa perutusan bagi caleg di paroki-paroki.

Terus Melayani

Tahun ini ditetapkan sebagai tahun pelayanan atau diakonia oleh Keuskupan Ruteng.

Dalam kaftan dengan itu, Keuskupan mengajak Umat Katolik untuk memperhatikan secara khusus kelompok-kelompok rentan seperti orang-orang sakit, difabel, jompo, para janda, yatim-piatu, gelandangan, keluarga migran, dan korban perdagangan orang (human trafficking).

“Kita juga ingin membentuk dan memperkuat struktur dan sistem koordinasi pelayanan terhadap kelompok rentan misalnya melalui seksi Karitas Paroki. Tidak kalah pentingnya, kita hendak menggalakkan berbagai program baik yang bersifat karitatif (amal kasih) maupun transformatif (pemberdayaan) bagi orang-orang yang membutuhkan pertolongan kita.”

Keuskupan juga mengapresisi semua paroki, lembaga dan pribadi umat yang terlibat dalam membantu korban bencana alam di wilayah Kempo dan Mburak, Manggarai Barat pada awal bulan ini.

“Partisipasi aktif dan kreatif yang telah kita tunjukkan tersebut adalah bentuk nyata dari gerakan diakonia. Hal ini menampilkan wajah Gereja Keuskupan Ruteng yang semakin terlibat dalam “suka dan duka serta harapan dan kecemasan masyarakat” (GS, 1).”

ARL/Floresa