Bupati Agas dan Ketua DPRD, Lucius Modo, ikut menari danding saat acara penjemputan di Puskesmas Waelengga. (Foto: Floresa).

Borong, Floresa.co – Bupati Manggarai Timur (Matim), NTT, Andreas Agas mengharapkan agar paramedis yang mengabdi di kabupaten itu memberikan pelayanan yang baik terhadap pasien.

“Ini tempat konsultasi kesehatan. Layani dengan hati,” ujar Bupati Agas dalam sambutan acara peresmian Gedung Puskesmas Waelengga pada Kamis, 28 Maret 2019.

Pelayanan yang baik, katanya, mendorong pasien untuk cepat sembuh. “Yang paling pertama adalah kesembuhan jiwa. Kalau jiwanya sembuh, maka badannya pasti sembuh,” katanya.

Menurutnya, ketika paramedis melayani dengan ramah, maka pasien akan menjadi nyaman. “Pelayanan yang baik itu, sentuhan jiwa,” ujarnya.

Ia juga meminta agar para petugas kesehatan gencar melakukan promosi kesehatan kepada masyarakat. “Lakukan sosialisasi pola hidup sehat,” katanya.

Sementara, kepada masyarakat, ia mengingatkan agar selalu menjaga kebersihan lingkungan sehingga jauh dari penyakit.

Ia juga berpesan agar masyarakat rutin untuk mengecek kesehatan di tempat pelayanan yang ada.

“Jangan tunggu sakit parah baru datang di Puskesmas,” ujarnya.

Selain itu, Bupati Agas juga meminta para kepala desa untuk memeriksa jamban masyarakat.

“WC (jamban) itu penting. Kita di Manggarai (Timur ), rumah tembok mantap, tapi pinjam pohon kopi ganti WC,” ujarnya.

Pantauan Floresa.co, selain meresmikan gedung Puskesmas Waelengga yang dibangun menggunakan dana alokasi khusus (DAK) afirmatif itu, secara simbolik, dia juga meresmikan empat Puskesmas baru, yakni Puskesmas Kisol, Kecamatan Kota komba; Puskesmas Peot, Kecamatan Borong; Puskesmas Runus, Kecamatan Elar Selatan; dan Puskesmas Lenang, Kecamatan Poco Ranaka.

Hadir pada kesempatan itu, Ketua DPRD Matim, Lucius Modo; Sekretaris Daerah, Boni Hasungan; Kepala Dinas Kesehatan, dokter Tintin dan Kabid P2P Dinkes Matim, Regina Malon.

Selain itu, hadir juga empat kepala Puskesmas baru yang diresmikan, Kepala Puskesmas Waelengga; dan pejabat TNI dan Polri di Kabupaten Matim.

Rosis Adir/Floresa