Borong, Floresa.co – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Manggarai Timur (Matim), NTT, mengajak masyarakat untuk bersama-sama mengeliminasi penyakit TBC (Tubercolosis) di kabupaten itu.

Menurut Regina Malon, kepala bidang P2P dinas tersebut, penyakit TBC merupakan penyakit menular yang mematikan manusia.

Ia mengatakan, penyakit tersebut disebabkan oleh kuman Mycobacterium Tubercolosis. Kuman ini, lanjutnya, menyerang tubuh manusia, terutama paru-paru dan organ tubuh lainnya.

“Satu orang penderita TBC dapat menularkan ke 15 orang lain di sekitarnya,” kata Kabid Regina usai kegiatan jalan sehat memperingati hari Tuberkolosis sedunia, Jumat, 22 Maret 2019.

Menurutnya, selama ini, pihaknya sudah gencar mengampanyekan bahaya penyakit TBC kepada masyarakat, baik melalui talk show dan iklan di Radio Manggarai Timur,  maupun melalui spanduk-spanduk yang dipajang di tempat-tempat umum.

Ia mengatakan, hingga saat ini, di kabupaten itu, ada 177 orang postif TBC yang aktif berobat.

Meskipun jumlah itu masih jauh dari standar nasional tentang darurat TBC, lanjutnya, pihaknya tetap menggerakan masyarakat untuk menemukan penderita TBC di lingkungannya.

Ia mengatakan, gejala TBC antara lain, batuk lebih dari dua minggu (berdahak dan darah), berat badan menurun dan keringat pada malam hari walaupun tidak   ada aktifitas.

“Kalau masyarakat menemukan itu, maka segera melakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan terdekat,”

“Karena penularannya melaui udara seperti percikan dahak, penapasan atau saat dia bersin,” ujarnya.

Saat ini, katanya, di setiap fasilitas kesehatan di kabupaten itu sudah tersedia obat TBC, yang secara gratis diberikan untuk pengidap penyakit tersebut.

Sehingga, kata Regina, kerja sama masyarakat untuk menemukan sesama yang memiliki gejala TBC, sangat diharapkan.

“Supaya target eliminasi TBC  di Matim bisa tuntas sesuai target nasional pada 2030 nanti,” tutupnya.

Rosis Adir/Floresa