Borong, Floresa.co – Forum-Anak Manggarai Timur (F-AMATIR) memberi bantuan untuk korban longsor di desa Tondong Belang, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Sabtu, 23 Maret 2019.

Bantuan berupa sembako itu diberikan pasca aksi penggalangan bantuan untuk korban bencana itu, di Borong, Ibu Kota Manggarai Timur, pada 11 Maret kemarin.

Kala itu, F-AMATIR berhasil mengumpulkan uang dari masyarakat yang peduli bencana itu, sebanyak Rp 9.553.000.

Uang tersebut kemudian langsung digunakan untuk membeli sembako bagi para korban bencana di Mabar dan Matim.

Selain itu, pada aksi tersebut juga, ada bantuan lain yang diberikan warga, seperti pakaian, selimut dan buku tulis.

F-AMATIR berangkat dari Borong pada Sabtu pagi, sekitar pukul 07.00 Wita dan tibah di Posko 1 bantuan bencana Mabar di Ceko Nobo, Desa Tondong Belang, sekitar pukul 11.00 Wita.

Pantauan Floresa.co, tibah di posko itu, Pankrasius Purnama, koordinator F-AMATIR langsung menyampaikan maksud kunjungan mereka kepada petugas.

Kemudian, bantuan berupa beras, sabun mandi, minyak goreng, pakaian, protex, pakaian dalam, selimut, handuk, pasta gigi, sikat gigi, buku, pulpen dan beberapa lainnya langsung diberikan kepada perwakilan korban longsor dan dikumpulkan di posko itu.

Kepada beberapa korban dan petugas posko, Pankrasius menyampaikan bahwa sembako tersebut merupakan bantuan yang diberikan oleh seluruh masyarakat Matim untuk korban bencana Mabar.

“Kebetulan beberapa waktu lalu kami aksi galang bantuan, dan hasil dari aksi itu adalah barang-barang yang kami bawa hari ini,”

“Barang-barang ini diberikan oleh masyarakat Matim melalui F-AMATIR,” katanya.

Menurut Pankrasius, bantuan itu merupakan wujud kepedulian masyarakat Manggarai Timur terhadap bencana yang menimpah sesama saudara di Mabar.

“Meskipun tidak banyak yang kami bawa, tapi ini adalah bentuk kepedulian kami, seluruh masyarakat Matim, atas bencana di Mabar ini,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa F-AMATIR baru menghantar bantuan itu, karena selama ini, akses lalu lintas menuju wilayah bencana masih belum stabil.

“Makanya, hari ini baru kami hantar. Minta maaf kalau agak terlambat,” ungkapnya.

Sementara itu, salah satu petugas posko itu yang mewakili para korban, Mus Suasa menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Matim yang sudah ikhlas membantu mereka.

“Tentunya, uluran kasih dari saudara-saudari semua yang membantu ini merupakan uluran kasih Tuhan,”

“Tidak ada cara lain yang bisa kami lakukan untuk membalas kebaikan kalian semua, selain terima kasih dan doa,” katanya.

Pantauan Floresa.co, bantuan seperti beras dan mie instan tampak menumpuk di posko 1 itu.

Menurut petugas posko itu, bantuan itu akan dibagikan ke posko 2 di Melo, desa Tondong Belang, apabila ada kekurangan bahan makanan atau kebutuhan lainnya di posko 2 itu.

“Di desa ini ada dua Posko, disini (Ceko Nobo) dan di Melo. Nanti, beras dan barang lain yang ada di sini, akan dibagikan juga ke posko dua, apabila ada kekurangan di sana,” ujar petugas posko tersebut.

Rosis Adir/Floresa