Bupati Matim, Andreas Agas (baju putih) didampingi Sekda Boni Hasudungan saat berbincang-bincang dengan sejumlah pedagang di pasar Borong. (Foto: Floresa).

Borong, Floresa.co – Bupati Manggarai Timur (Matim), NTT Andreas Agas mengancam untuk mencabut sejumlah ruko di Pasar Borong yang dijual oleh oknum tertentu kepada pedagang.

Ancaman itu dilontarkan Agas saat menyambangi pasar tersebut pada Jumat pagi, 22 Maret 2019.

“Jangan kita menjajah sesama,” katanya kepada Floresa.co di pasar Borong, disela-sela kegiatan jalan sehat yang digelar oleh Dinas Kesehatan kabupaten itu, dalam rangka memperingati hari TBC sedunia yang jatuh pada 24 Maret mendatang.

Penelusuran Floresa.co, praktik “jual-beli” ruko di pasar itu sudah berlangsung lama.

“Coba Pa cek di para pedagang yang dari luar (Matim) itu. Banyak yang dapat ruko, bukan atas hasil undian dari Pemda. Tapi, mereka beli dari orang-orang tertentu yang dapat undian, kemudian dijual,” kata salah seorang sumber kepada Floresa.co pada Januari 2019 lalu.

Sementara, kata sumber itu, banyak pedagang yang sudah lama berdagang di pasar itu, justru tidak medapat ruko. Hal demikian, kata Bupati Agas, sangat tidak adil.

Ruko-ruko Pemda di pasar itu, kata dia, disediakan untuk para pedagang, dengan biaya sewa yang sangat murah.

“Kalau ada yang dapat tiga ruko, lalu tidak dimanfaatkan, tapi dijual ke orang atau pedagang lain dengan harga yang fantastis, kita tegas untuk kasih keluar,” katanya.

Tindakan itu, lanjutnya, akan dilakukan setelah pihaknya melakukan survey soal kepemilikan ruko-ruko tersebut. “Kita survey satu per satu,” tutupnya.

Sebelumnya, Pelaksana tugas (Plt) Kepala dinas Koperindag, Frans Malas, kepada Floresa.co menyatakan untuk mengecek kepemilikan ruko di pasar tersebut.

“Apakah nama (pedagang yang menempati ruko) yang terdaftar di dinas, sesuai dengan fakta di lapangan atau tidak,” ujarnya kepada Floresa.co, di ruangan kerjanya, Rabu, 20 Maret 2019.

Menurutnya, setelah mengecek, pihaknya akan melakukan penertiban.

“(Ruko) ini aset daerah, bukan milik pribadi. Jadi, tidak benar kalau diperjual-belikan begitu,” ujarnya.

Rosis Adir/Floresa