Salah satu titik longsor di Desa Tondong Belang, persisnya di samping vila milik Eco Lodge. Mobil dari arah Ruteng pun sudah bisa sampai ke kampung Culu. (Foto: Floresa).

Labuan Bajo, Floresa.co – Pembukaan akses Jalan Trans Flores, jalur Labuan Bajo, Ibu Kota Kabupaten Manggari Barat menuju Ruteng, Ibu Kota Kabupaten Manggarai akibat longsor yang terjadi pada Kamis, 7 Maret lalu, hampir rampung.

Pantauan Floresa.co, Selasa, 12 Maret 2019, sejumlah kendaraan roda dua maupun roda empat sudah bisa melintas di beberap titik yang sebelumnya tertimbun material longsor.

Titik longsor di Wae Damar dan Wae Lia, di Desa Tondong Belang misalnya, sudah mobil sudah bisa melintas. Mobil dari arah Ruteng pun sudah bisa mengakses Culu, salah satu kampung yang diterjang longsor hingga memakan delapan korban jiwa.

Begitu pun dari arah Labuan Bajo, jika sebelumnya tertahan di titik sebelum memasuki Kampung Melo, Desa Liang Dara, hingga Selasa malam, beberapa kendaraan roda empat sudah bisa melintas hingga ke Wae Kantor, yang berjarak sekitar 1 kilometer dari Kampung Melo, Desa Liang Dara dan sekitar 2 kilometer untuk sampai ke Kampung Culu.

Sementara, di Wae Kantor, hingga selasa malam, hanya dibuka setapak untuk dilintasi pengendara roda dua serta pejalan kaki.

“Senang sekali, sudah bisa kembali beravitas,” kata salah pengendara travel Jalur Labuan Bajo Ruteng kepada Floresa.co, selasa malam.

Ia juga berharap, semoga proses pembersihan total dilakukan dengan cepat mengingat kondisi jalan itu masih becek dan rawan kecelakaan. Apalagi, di beberapa titik, walaupun sudah dibersihkan, materil longsornya masih menggungung di kiri-kanan jalan yang sudah bisa diakses itu.

“Muda-mudahan cuaca mendukung dan pihak pemerintah bisa segera menyelesaikannya,” lanjutnya.

Hari ini, Rabu, 13 Maret, pihak PUPR Mabar yang bekerjasama dengan Bada Jalan Nasional Wilayah III NTT akan melanjutkan pembersihan titik-titik longsor itu.

ARJ/Floresa