Leny Nahas, Ketua Gerakan Layanan Tani Indonesia (GLTI) Kabupaten Manggarai Timur. (Foto: Floresa).

Borong, Floresa.co – Ketua Gerakan Layanan Tani Indonesia (GLTI) Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Leny Nahas menyebut, Kepala Desa Lidi, Kecamatan Rana Mese, Kosmas Ajak menolak program “Desa Terang” Presiden Jokowi.

Menurut Leny, Kosmas menolak program itu lantaran pihak PLN dan Sekda Matim sudah menyurati pihak desa itu terkait pemasangan jaringan PLN di desa itu pada tahun ini.

“Kades bilang, dia takut tumpang tindih nanti, karena di desanya itu sudah mau dialiri arus listrik PLN,” ujarnya.

Menurut Leny, program “Desa Terang” merupakan bantuan gratis dari Jokowi, berupa solar sel yang dilengkapi dengan enam mata lampu, satu TV dan satu parabola per penerima.

Selain itu, ada 10 lampu jalan per desa penerima bantuan itu.

“Ini sebenarnya ibarat matahari yang diberikan secara cuma-cuma oleh Tuhan,” ujar Leny.

“Jadi, saya pikir, tidak ada tumpang tindih dengan pemasangan jaringan PLN,” ujarnya.

Ia mengatakan, saat dirinya menelepon untuk menjelaskan program bantuan ini, Kades Kosmas justru memerotes sistem penyaluran yang tidak melibatkan pemerintah desa.

“Saya tegaskan bahwa bantuan ini tidak melalui pemerintah daerah dan pemerintah tingkat paling bawah. Tapi, program pusat yang turun melalui GLTI,” kata Leny mengulangi penjelasannya kepada Kades Lidi.

Meski demikian, lanjutnya, Kades Kosmas tetap ngotot berbicara soal mekanisme penyaluran yang tidak melibatkan pihak desa.

“Kemarin itu petugas kita sudah lakukan pengumpulan sebanyak 234 KTP di desa Lidi. Sebenarnya mereka yang sudah kumpul KTP itu akan terima bantuan PLTS tahap pertama. Tapi, untuk sementara kita batalkan,” ujarnya.

Jatah bantuan untuk masyarakat Lidi, lanjutnya, akan dialihkan ke desa Balus Permai di Kecamatan Borong.

Meski demikian,  Leny memberi kesempatan kepada masyarakat Lidi yang KTP-nya sudah terkumpul, untuk menghubungi dirinya, jika mereka mau agar bantuan itu tetap diturunkan meski ada penolakan dari Kades.

Dalam rekaman telepon Leny dengan Kades Lidi yang diperoleh Floresa.co, jelas terdengar alasan penolakan sesuai keterangan Leny kepada Floresa.co

Rosis Adir/Floresa