Keluarga besar TLiang Dara yang berdomisili di Labuan Bajo di antarnya, Joe Leribun, Marsel Sabini dan beberapa lainnya saat mengantar sumbangan ke lokasi. (Foto: Floresa).

Labuan Bajo, Floresa.co – Pasokan logsitik bantuan untuk masyarakat korban longsor di Kampung Culu, Desa Tondong Belang, Kecamatan Mbeliling, Manggarai Barat (Mabar), NTT masih terhambat. Pasalnya, akses menuju kedua lokasi itu masih belum bisa dibuka usai diserbu longsor pada Kamis, 7 Maret lalu.

Menurut Camat Mbeliling, Robertus Resmianto, pihaknya tengah berupaya agar bantuan yang datang bisa sampai di posko. Salah satu yang mereka lakukan ialah dengan memikul sejumlah barang bantuan itu dari Mamis, ke Posko di Melo, Desa Liang Dara.

“Kendalanya ialah longsoran di beberapa titik yang menutup badan jalan menuju lokasi bencana. Sehingga, kendaraan untuk mengakses bantuan itu sangat sulit,” katanya.

“Alternatif untuk akses masuk itu, dengan mengerahkan masyarakat lain untuk datang menjemput bantuan,” tambahnya.  

Mamis merupakan titik terkahir yang bisa dilalui kendaraan, baik roda dua maupun roda empat. Jarak dari Mamis ke Melo sekitar 1 Kilometer.

Lebih lanjut, jelasnya, belum dipastikan kapan akses jalan TransFlores jalur Labuan Bajo-Ruteng akan selesai dibuka.  “Mungkin satu bulan ini,” katanya.

BACA JUGA: 4 Korban Longsor di Mabar Masih Dicari

Pantauan Floresa.co, salah titik longsor di Mamis, Desa Liang Dara yang berjarak sekitar 15 kilometer dari Labuan Bajo baru selesai dibuka pada Sabtu pagi 9 Maret.

Namun, sekitar 500 meter setelahnya, terdapat juga dua titik yang masih harus untuk dibuka.

Satu dari dua titik itu baru berhasil dibuka pada Sabtu, malam sekitar pukul 20.15 Wita oleh Dinas Dinas PUPR Mabar yang bekerja sama dengan Badan Pelaksana Jalan Nasioal Satuan Wilayah 3 NTT.

“Besok (Minggu) baru bisa dilanjutkan pembukaan titik-titik lain,” kata Pengawas Lapangan Badan Pelaksana Jalan Nasioal Satuan Wilayah 3 NTT Michael Daud kepada Floresa.co, Sabtu, malam.

Adapun jenis bantuan yang sejauh ini dikumpulkan pihak panitia ialah makan seperti mie instan, beras serta air kemasan.

“Posko satu ialah di sini (Gereja Stasi Melo) dan sejauh ini sudah mengumpulkan lalu membagikan bantuan ke warga yang mengungsi dari culu,” kata Kades Liang Dara, Karoluis Vitalis Ikun.

ARJ/Floresa

Advertisement