Kondisi longsor di Kabupaten Manggarai Barat yang masuk wilayah Keuskupan Ruteng. (Foto: Ist)

Floresa.co – Keuskupan Ruteng, Manggarai-Flores, NTT menyurati pimpinan kevikepan, pastor paroki, pimpinan biara dan pimpinan yayasan-yayasan Katolik di wilayah pelayanannya untuk menggalang bantuan bagi korban longsor dan banjir di Labuan Bajo, Manggarai Barat.

Dalam surat bernomor 059/II.1.2/2019, Vikjen Keuskupan, Romo Alfons Segar Pr mengajak semua pimpinan kevikepan, pastor paroki, pimpinan biara dạn pimpinan yayasan-yayasan Katolik untuk terlibat dalam pengumpulan sumbangan, baik berupa uang, maupun material seperti beras, mie, pakaian dan bantuan lainnya.

“Untuk bantuan uang dapat disalurkan melalui rekening Keuskupan Ruteng: nama DIOSES, BRI Cab. Ruteng, No: 0273 01001531504,” tulis Romo Alfons.

Sedangkan untuk bantuan material, lanjutnya, dikumpulkan di paroki-paroki, kemudian disalurkan melalui Caritas Keuskupan Ruteng, Jln Pelita no 04, Waepalo, Ruteng.

Longsor di kampung Culu, paroki Longgo, Kecamatan Mbeliling, Labuan Bajo telah merenggut  delapan nyawa. Dua diantaranya sudah ditemukan, sedangkan enam lainnya masih dicari.

Menurut Romo Alfons, saat ini, pastor paroki Longgo bersama Vikep Labuan Bajo bekerja sama dengan umat dan pemerintah setempat, telah mengevakuasi warga dan membagi mereka ke rumah-rumah penduduk di Labuan Bajo untuk mengantisipasi bencana susulan.

“Caritas Keuskupan Ruteng sudah berusaha membangun posko di Culu dan mendistribusi bantuan untuk warga yang sangat membutuhkan,” tulisnya.

Rosis Adir/Floresa

Advertisement