Situasi di Mamis, Kecamatan Mbeliling, yang berjarak sekitar 20 km dari Kota Labuan Bajo Di sini terdapat dua titik yang putus akibat longsor. (Foto: Floresa)

Labuan Bajo, Floresa.coSejumlah titik Jalan TransFlores, jalur Labuan Bajo-Ruteng mengalami kerusakan akibat longsor dan banjir yang terjadi pada Kamis, 7 Maret 2019.

Di Mamis, Kecamatan Mbeliling, yang berjarak sekitar 20
Km dari Kota Labuan Bajo misalnya, terdapat dua titik yang putus akibat longsor.

Walaupun salah satunya sudah selesai dibuka aksesnya pada Jumat pagi, namun hingga Jumat sore, sekitar pukul 16.15 WITA belum juga selesai dibuka.

Hingga saat ini, pantau Floresa.co, di titik itu, terdapat dua buah alat berat tengah mengeluarkan tanah yang menutup badan jalan.

Sementara, sejumlah kendaraan roda dua dan roda empat serta ratusan penumpangnya harus rela mengantri tak jauh dari titik penggusuran itu.

“Kami sudah mengantri dari jam 7 pagi tadi,” kata Hans, salah satu penumpang mobil yang hendak menuju Dahot, Nampar Macing.

Selain itu ada juga penumpang yang harus melanjutkan perjalanan mereka dari Labuan Bajo dan ke Labuan Bajo harus berhenti di titik longsor. Lalu, kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan kendaraan lain dari titik itu.

Selain di Mamis, sebagian badan Jembatan Wae Mese, di Kecamatan Komodo, juga mengalami kerusakan akibat serbuan banjir yang menghantam wilayah itu Kamis kemarin.

Akibatnya, kendaraan besar jenis Ekspedisi tidak bisa menyebrang.

Akibatnya, proses penggusuran badan jalan di Mamis terhambat. Pasalnya, alat berat yang seharusnya digunakan untuk membuka akses jalan di wilayah itu tidak bisa menyeberangi Jembatan Wae Mese.

ARJ/FLORESA