Sandiaga Uno saat mengunjungi Pasar Batu Cermin Labuan Bajo, Mabar pada Selasa, 26 Februari lalu. (Foto: Istimewa).

Labuan Bajo, Floresa.coKunjungan Sandiaga Uno di Labuan Bajo, Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Selasa, 26 Februari lalu masih menjadi perbincangan publik.

Selain cerita terkait pengusiran Sandiaga oleh Kornelis, seorang pedagang ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di kota tersebut, ada juga sebagian pendagang, yakni di Pasar Batu Cermin di kota itu, yang kecewa dengan kehadiran Sandiaga.

Kekecewaan itu dikabarkan karena ada sebagian pedagang yang menerima Sandiaga secara adat Manggarai di pasar itu. Sementara, sebagian lainnya tidak setuju dengan cara tersebut.

Menurut mereka, pasar bukan merupakan tempat kampanye.

“Sebagai perwakilan pedagang, saya keberatan, karena ada petugas pasar yang menerima secara resmi di tempat ini. Ini tempat umum. Bukan tempat kampanye,” kata Perwakilan Pedagang Batu Cermin Victor Edi seperti dilansir INews Tv, Rabu, 27 Februari.

Baca Juga: Dianggap Mengganggu, Pedagang Ikan di Labuan Bajo Usir Sandiaga Uno

Menurut Victor, pihaknya sebenarnya tidak pernah mempersoalkan kunjungan Sandiaga jika hanya untuk blusukan. Namun, menerima Sandiaga secara adat oleh sebagian anggota pasar itu yang membuat mereka kecewa.

“Untuk blusukan, sangat menerima sekali kehadiran Pa Sandi. Sangat bersyukur,” ujarnya.

Ia mengaskan, pasar merupakan tempat netral. Dirinya sangat menolak jika dijadikan tempat untuk melayani kepentingan pihak tertentu.

“Ada dua kelompok di sini. Sehingga, tidak bisa pendukung salah satu kelompok membuat acara resmi terima tuak di sini. Kalau mau blusukan, silahkan saja,” tegasnya.

“Saya sangat kecewa sekali. Dan tadi sudah diperintah untuk melarang acara seremonial di sini karena ini tempat umum,” pungkasnya.

ARJ/Floresa

Advertisement