Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Manggarai Timur, Frederika Sock. (Foto: Floresa).

Borong, Floresa.co – Lima hari usai pelantikan Andreas Agas-Stefanus Jaghur, Bupati dan Wakil Bupati Manggarai Timur (Matim), beredar isu pemutasian sejumlah pejabat di kabupaten itu.

Salah satunya adalah Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (PK), Frederika Soch. Ia dikabarkarkan menempati posisi baru di Kantor Bupati Matim yakni menjadi staf ahli Bupati Agas.

“Ibu Frederika itu akan dilantik jadi staf ahli,” kata seorang sumber Floresa.co.

Pelaksana Tugas (Plt) Sekda Matim, Fansi Jahang yang dikonfirmasi Selasa pagi, 19 Februari, mengakui bahwa memang ada pemutasian sejumlah pejabat di kabupaten itu.

BACA JUGA: Frederika Soch: Kadis dengan Kontroversi yang Selalu Susah Ditemui

Namun, kata dia, soal siapa-siapa pejabat yang akan dimutasi akan diketahui saat pelantikan dan pengambilan sumpah yang akan dilaksanakan Rabu esok.

“Untuk siapa yang dimutasi itu, esok baru kita tahu saat pelantikan,” kata Fansi.

Floresa.co mendapat salinan surat undangan pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan yang ditujukan kepada Kadis Frederika Soch.

Surat bernomor BKPSDM 800/336/II/2019 itu diteken Fansi Jahang pada 18 Februari 2019.

Frederika Soch boleh dibilang menjadi kepala dinas yang paling terkenal di Matim.

Bukan karena prestasi ia sering menjadi buah bibir dan namanya muncul di pemberitaan media, tetapi karena berbagai kontroversi setelah ia menduduki jabatannya pada tahun 2015.

Seringkali, Frederika menjadi pusat perhatian, karena beragam kebijakannya yang memantik suara protes.

Sejak beberapa tahun lalu, misalnya, namanya terus menghiasai pemberitaan media massa, karena tersangkut kasus dengan para guru tenaga harian lepas (THL), di mana ia memotong gaji mereka dan memecat sejumlah guru dengan alasan tidak disiplin, klaim yang kemudian dikecam para guru.

Namun, hingga berakhirnya masa jabatan Yosep Tote sebagai Bupati Matim, Frederika kokoh di kursi Kadis Pendidikan.

Selain itu, Frederika juga pernah terlibat dalam pemungutan dana untuk mendukung persiapan pembentukan Provinsi Flores yang juga disoroti oleh banyak kalangan.

Rosis Adir/Floresa

Advertisement