Ilustrasi

Labuan Bajo, Floresa.co Warga Kampung Nggawut, Desa Lawi, Kecamatan Kuwus, Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur (NTT) mengeluh kurangnya persediaan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kampung yang terletak di perbatasan dengan Kabupaten Manggarai itu luput dari perhatian Pemda Mabar, terutama terkait persediaan air minum bersih.

Selama ini, untuk kebutuhan sehari-hari, mereka memanfaatkan air di tempat penimbaan umum hasil proyek beberapa tahun silam. Seharusnya, debit air tersebut besar. Namun, menjadi kecil lantaran kekurangan pipa untuk bisa menjangkau seluruh kampung.

Dan, pada musim kemarau, demikian pengakuan seorang warga, mereka sangat kesulitan memperoleh air bersih.

“Kalau musim kemarau tiba, kami harus mengantri berjam-jam untuk menimba air,” kata warga tersebut kepada Floresa.co, Rabu,13 Februari 2019.

Selain itu, jelas warga tersebut, di sumbernya pun tidak ada embung yang menampung air agar dapat dialirkan dengan mudah ke Nggawut.

Menurut warga tersebut, imbah dari krisis air tersebut, hampir seluruh warga tidak  memiliki WC permanen.

“Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja airnya tidak cukup. Apalagi untuk WC. Kalau mau Buang air besar ya pasti ke hutan,” jelas sumber itu.

Warga tersebut pun berharap, Pemda setempat menyediakan akses air bersih untuk mereka.

“Kami berharap semoga ke depanya Pemda Mabar bisa memperhatikan daerah kami ini,” jelasnya.

Gabrin/Floresa

Advertisement