Markus Makur, Sekretaris PWMT sedang menggunting kuku kaki salah satu ODGJ di Kampung Mbapo, Desa Lembur, Sabtu, 9 Februari 2019. (Foto: Floresa)

Borong, Floresa.co – Persatuan Wartawan Manggarai Timur (PWMT), Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) memilih cara unik memperingati Hari Pers Nasional 2019, yaitu dengan mengunjungi sejumlah orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

Kegiatan ini, yang berlangsung pada Sabtu, 9 Februari 2019, menurut mereka merupakan bentuk kepedulian sosial terhadap sesama saudara yang selama ini masih tersisi dari kehidupan masyarakat pada umumnya.

“Selain menulis, sebagai jurnalis kita harus turun untuk melihat langsung dan berbagi dengan saudara-saudara kita yang selama ini masih jauh dari perhatian sesama, terlebih khusus pemerintah daerah” ujar Albert Harianto, Ketua PWMT, yang juga wartawan Harian Flores Pos.

Di Manggarai Timur, memang belum ada perhatian serius dari pemerintah daerah terhadap ODGJ.

Padahal, dalam Undang-undang nomor 18 Tahun 2014 tentang Kesehatan Jiwa sudah jelas-jelas menguarai peran pemerintah daerah dalam mengurus ODGJ.

Informasi yang dihimpun Floresa.co dari keluarga para pasien gangguan jiwa itu, pemerintah daerah belum perna melakukan pendataan, apalagi melakukan proses perawatan seperti memberikan obat terhadap ODGJ.

Abert mengatakan, banyak ODGJ yang dipasung puluhan tahun lantaran tidak tersedianya tempat dan pelayanan kesehatan khusus. Bahkan, banyak yang kemudian meninggal di pasungan.

“Negara mestinya harus hadir di tengah kondisi rakyatnya yang menderita,” katanya.

Hal senada juga disampaikan oleh Markus Makur, wartawan lepas yang juga menjabat sebagai sekretaris PWMT.

Menurutnya, sebagai jurnalis, kepekaan sosial adalah hal dasar yang harus dimiliki.

Oleh karena itu, kata dia. mengunjungi dan berbagi dengan ODGJ bukanlah hal yang luar biasa.

Salah satu ODGJ di Kampung Mbapo, Desa Lembur, Kecamatan Kota Komba, Matim yang dipasung dan kini sudah dibawa oleh KKI ke Panti Rehabilitasi Renceng Mose di Ruteng, Manggarai. (Foto: Floresa)

“Kegiatan ini (mengunjungi ODGJ) adalah salah satu cara kita untuk tahu lebih dalam tentang kondisi riil yang dihadapi, baik oleh ODGJ itu sendiri maupun keluarganya,” katanya.

Dalam kegiatan yang berlangsung sejak Sabtu pagi hingga sore itu, PWMT  mengunjungi 8 ODGJ yang tersebar di kampung Mbapo dan Jere, Desa Lembur; Sola, Desa Ruan; dan Mok, Desa Mbengan, Kecamatan Kota Komba.

Dalam kunjungan itu, selain bersenda gurau dengan ODGJ dan keluarga, PWMT juga memberikan kado beruba sembako.

PWMT berharap pemerintah daerah turun ke kampung-kampung untuk mendata para ODGJ.

Selain itu, PWMT juga meminta dinas terkait untuk membuat program khusus untuk para ODGJ seperti pengadaan obat dan panti rehabilitasi.

Rosis Adir/Floresa