Anggota Sant'Egidio bersama sejumlah kelompok berbasis di kota Labuan Bajo usai merayakan misa kudus di Gereja Wisma SVD,Ketentang, Labuan Bajo, Jumat, 8 Februari 2019. (Foto: Istimewa).

Labuan Bajo, Floresa.co – Komunitas Sant’Egidio Labuan Bajo, menggelar syukuran ulang tahun komunitas itu yang ke-51 di Wisma Serikat SVD Ketentang, Labuan Bajo, Jumat malam, 8 Februari 2019.

Sant’Egidio merupakan komunitas awam kristiani yang lahir di Roma, Italia pada tahun 1968. Pendirinya juga seorang awam bernama Andrea Riccardi dan menyebar di setiap negara serta kota-kota di setiap negara. Termasuk, di Kota Labuan Bajo.

Anggota komunitas Sant’Egidio Labuan Bajo yang terdiri dari muda-mudi Katolik berbagai profesi itu, selain merayakan ultah komunitas Sant’Egidio Internasional, juga merayakan ulang tahun Komunitas Sant’Egidio Labuan Bajo yang kedua.

Sejumlah komunitas lain juga hadir dalam kegitan itu, yakni Bruder-bruder MOP bersama anak-anak panti asuhan disabilitas Cowang Dereng yang didampingi oleh para bruder tersebut, para suster, jurnalis dari kota itu serta berbagai komunitas berbasis di kota itu.

BACA JUGA: Komunitas Sant’Egidio Labuan Bajo Gelar Kampanye Tolak Hukuman Mati

Kegitan diawali dengan misa kudus yang dipimpin oleh Pastor Lorens Gafur, SMM, moderator Sant’Egidio Labuan Bajo.

Lalu, diikuti dengan berbagai rangkaian acara, yakni pengukuhan Pemuda Damai, kelompok pelajar sekolah menengah dari kota itu sebagai bagian dari Sant’Egidio Labuan Bajo. Acara diakhiri dengan rekreasi bersama.

Penanggung Jawab Komunitas Sant’Egidio Labuan Bajo, Maria Asmat mengaku bersyukur karena telah mengambil bagian dalam dinamika komunitas itu dan dengan tekun menghidupi spiritnya.

“Saya merasa bersyukur untuk warisan pershabatan dan damai di dalam komunitas. Semangat persahabtan inilah yang kami bagikan kepada adik-adik panti dan oma lansia yang kami layani,” kata Maria Asmat.

“Saya juga merasa sangat bangga dengan teman-teman Sant’Egidio Labuan Bajo yang berani mengambil tanggung jawab untuk membimbing adik-adik Pemuda Damai. Terima kasih untuk persabatan yang indah di dalam komunitas,” tambanhnya.

Maria mengatakan, relasi yang telah mereka bangun dengan orang-orang yang mereka layani, baik anak panti asuhan, dan lansia sangat membatu anggota komunitas untuk terus belajar dan bersyukur atas karunia kehidupan yang mereka alami hingga hari ini.

BACA JUGA: Komunitas Sant’Egidio Labuan Bajo Gelar Makan Siang Natal Bersama Penyandang Disabilitas

 “Dari sahabat-sahabat yang kita layani, sebenarnya kita menimba ilmu yang sangat berharga. Dari lansia kita belajar tentang pengalaman hidup dan kebijaksanaan. Mereka memiliki kekayaan pengalaman tentang hidup. Dan dari sahabat-sahabat di panti difabel kami belajar tentang bersyukur dan kesabaran,” tuturnya.

Sementara, Pastor Lorens Gafur menyampaikan agar anggota Komunitas Sant’Egidio Labuan Bajo selalu membuka diri dengan dinamika di luar komunitas.

“Di tempat lain, sangat menarik, ada anggota komunitas yang non Katolik. Tentu, ini patut untuk dicontohi,” ujarnya.

Maria pun berharap, ulang tahun ke-51 ini menjadi momen bagi komunitas yang dipimpinnya itu untuk terus bertumbuh dan berkembang dalam doa, injil dan pelayanan yang sudah diwariskan turun-temurun.

“Semoga Sant’Egidio tetap berjaya dan tetap tumbuh dalam doa, injil dan keberpihakan kepada orang miskin,” ucapnya.

ARJ/Floresa