Maumere, Floresa.co – Ribuan kaum muda di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) memeriahkan “Milenial Road Safety Festival 2019”, acara yang diselenggarakan Kepolosian Resort (Pilres) Sikka pada Sabtu, 2 Februari 2019.

Sekitar pukul 06.00 Wita, kaum muda yang terdiri dari pelajar SMP, SMA serta anak-anak muda di kabupaten itu nampak berkumpul di jalan Achmad Yani depan kantor bupati Sikka.

Pantauan media ini, ribuan muda-mudi yang akrab disebut kaum milenial itu nampak sangat antusias mengikuti kegiatan itu.

Mereka mengenakan koas berwarna putih yang bertuliskan “milenial road safety festival”.

Selain muda-mudi, kegiatan bertajuk “Mewujudkan Generasi Milenial Cinta Lalu Lintas Menuju Indonesia Gemilang” itu, juga dihadir juga pegawai Forkopimda kabupaten itu.

Kapolres Sikka, AKBP Rickson Situmorang dalam sambutannya di hadapan muda-mudi tersebut menyampaikan, kegiatan itu digelar agar anak-anak muda sadar berlalu-lintas.

“Kaum milenial diberikan penyadaran agar selamat dalam berkendara dan menjaga diri supaya bisa menjadi pemimpin masa depan,” terang Kapolres Situmorang.

Ia menjelaskan, sebelum acara puncak itu, telah dilaksanakan seminar, sosialisasi dan simulasi mengenai keselamatan, keamanan dan kenyamanan berlalu-lintas.

“Ini acara puncak jajaran Polres di lingkup Polda NTT. Kegiatan puncak hari ini diisi dengan jalan sehat milenial, senam kolosal milenial, safety riding dan diving, Millennial Entrepreneur Expo serta deklarasi pelopor keselamatan berlalu lintas,” terangnya.

Dalam kesempatan itu juga, ia menyebut tingkat kecelakaan lalu lintas di kabupaten Sikka yang menurun 14 persen di tahun 2018 lalu. Sementara, untuk kecelakaan yang menyebabkan korban meninggal dunia tidak banyak.

Bahkan di acara malam tahun baru 2019 lalu, tidak ada kecelakaan lalu lintas.

Senada dengan Kapolres Situmorang, Kasat Lantas Polres Sikka, Iptu Leyfrids D. Mada mengatakan, pihaknya selalu mensosialisasikan tertib berlalu lintas kepada seluruh masyarakat di kabupaten itu sehingga masyarakat dan kaum millenial khususnya dapat menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas.

“Kecelakaan terjadi disebabkan karena kelalaian pengendara atau pengemudi. Karena itu marilah kita tanamkan dan budayakan tertib berlalulintas,” ajaknya.

Ia juga mengatakan langkah pihaknya dalam mengamankan arus lalu-lintas, salah satunya, penertiban kendaraan berknalpot racing.

“Masalah knalpot racing ini selalu jadi keluhan masyarakat di Sikka. Sehingga, kita hampir setiap hari lakukan operasi. Ini semua demi keamanan dan kenyamanan bersama,” tambahnya.

Toko-toko, katanya, juga diimbau agar tidak menjual dan merakit knalpot racing.

NN/Floresa