Ilustrasi

Floresa.co – Seorang sopir angkotan kota (Angkot) dilaporkan memperkosa YN (12), seorang siswi kelas 6 salah satu Sekolah Dasar Inpres (SDI) di Kupang, ibukota Provinsi NTT.

Sopir bernama Marten Alfi itu menyekap YN yang sedang berangkat ke rumah temannya untuk mengerjakan pekerjaan rumah.

Sebagaimana dilaporkan Liputan6.com, kasus itu terjadi pada Rabu, 29 Januari 2018.

Dijelaskan oleh Liputan6.combahwa YN awalnya sudah berjanjian dengan teman sekelas di sekolahnya agar berangkat bersama. Namun, temannya itu tiba-tiba membatalkan rencana berangkat bersama.

Ia kemudian sendirian menumpang angkot yang dikendarai Marten.

Bukan menurunkannya di tempat tujuan, Marten malah mengajak YN berputar dengan  angkot hingga pukul 22.00 malam.

Karena takut, YN kemudian meminta Marten mengantarkannnya pulang ke rumah. Namun, Marten membawanya ke kos di wilayah Labat dan memaksa YN berhubungan intim.

Ia dilaporkan bahkan memperkosa YN sebanyak tiga kali.

“Sehabis makan dia paksa saya melakukan itu, kemudian tengah malamnya lagi, dan saat pagi,” ungkap YN kepada Liputan6.com, Kamis, 31 Januari.

Keesokan paginya, YN kemudian meminta agar diantarkannya pulang ke rumah.

Marten berjanji akan mengantarnya setelah berputar mencari penumpang. Namun, Marten tak kunjung mengantarnya.

Semalaman tak pulang ke rumah, membuat keluarga YN panik dan melakukan pencarian.

Pada Kamis, sekitar pukul 10.00 Wita, YN akhirnya ditemukan di dalam angkot yang dikendarai Marten saat melintas di Jalan Soeharto, tepatnya di depan pasar kasih Naikoten Kupang.

FN, ibu YN mengaku terpukul atas kejadian yang menimpa putrinya.

“Saya sedih, anaku sekecil ini terpaksa menanggung derita seberat ini,” ujarnya.

Ketua RT 33/RW 08 Kelurahan Maulafa, Kota Kupang, Tertius Lutu, mengungkapkan, saat melihat YN berada di angkot itu, ia bersama warga langsung menghentikannnya, mencabut kunci mobil dan langsung menghubungi pihak kepolisian.

“Kami tahan sopirnya dan melaporkan kejadian ini ke Polres Kupang Kota,” katanya.

Sementara itu, Marten membantah menyekap korban.

Menurutnya, ia mengajak YN pulang ke rumah, tapi YN menolak dengan alasan takut dengan orangtuanya.

“Saya tidak tahu kalau dia masih SD, saya kira dia sudah SMA,” ujarnya.

Marten sudah diamankan di Polres Kupang Kota. 

ARL/Floresa