Ilustrasi

Borong, Floresa.co – Pemberhentian 1014 guru penerima Biaya Operasional Sekolah-Daerah (Bosda) dan Tenaga Harian Lepas (THL) di Manggarai Timur (Matim) oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (PK) Frederika Soch dinilai sangat mengganggu persiapan ujian nasional SD dan SMP di kabupaten itu.

“Persiapan UN (Ujian Nasional) sangat terganggu,” kata salah seorang kepala SD saat berbincang-bincang dengan Floresa.co di halaman kantor dinas PK Matim, Jumat pagi, 1 Februari 2019.

Kepala sekolah itu mengaku datang ke kantor dinas itu untuk memohon kepada Kadis Soch agar meninjau kembali keputusan pemberhentian empat guru penerima Bosda di sekolahnya.

Pasalnya, kata dia, guru-guru itu masih sangat dibutuhkan oleh sekolah karena di antara mereka ada yang membidangi mata pelajaran UN.

BACA JUGA: Dinas PK Matim: Pemberhentian Guru Bosda dan THL Karena Keterbatasan Anggaran

“Ketakutan kita adalah kalau guru-guru yang diberhentikan dari Bosda itu tidak masuk mengajar lagi, siswa-siswi yang mau ikut UN juga pastinya terganggu,” kata kepala sekolah itu sambil meminta agar namanya dirahasiakan.

Hal senada juga diakui oleh salah seorang guru yang diberhentikan Kadis Soch. Menurutnya, jika Kadis Soch tidak meninjau kembali keputusan itu, maka mereka tidak akan ke sekolah lagi.

“Dan itu pasti akan mengganggu proses belajar mengajar. Apalagi ini sudah masuk dalam masa persiapan UN,” ujar guru yang tidak sempat ditanya namanya itu, sambil beranjak meninggalkan Floresa.co dan sejumlah awak media lainnya.

Sedangkan salah seorang yang mengaku sebagai kepala sekolah di salah satu SD di Poco Ranaka Timur memilih untukĀ  menjauh ketika Floresa.co berusaha mendapatkan informasi lebih detail soal guru-guru dari sekolahnya yang dihapus dari daftar penerima Bosda.

BACA JUGA: Kadis PK Matim Kembali Buat Ulah, Ratusan Guru Bosda Diberhentikan

“Di sekolah saya tidak ada soal. Karena banyak guru negeri (ASN),” kata pria berbadan besar itu sambil beranjak dari tempat duduknya.

Padahal, sebelumnya ia sempat mengaku jika ia datang bersama guru dari sekolahnya untuk memediasi dengan Kadis Soch.

Rosis Adir/Floresa