Ilustrasi

Borong, Floresa.co –  Desa Golowuas merupakan salah satu desa yang belum dijangkau oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Enam tahun terakhir, untuk kebutuhan listrik, masyarakt desa yang terletak di Kecamatan Elar Selatan, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Nusa Tenggara Timur (NTT) itu, mengandalkan lampu wakawaka.

Lampu tersebut merupakan bantuan dari donatur asal Belanda, Robert Jansen dan istrinya Maria Jansen yang bekerja sama dengan lembaga swadaya masyarakt (LSM) Yayasan Ayu Indonesia Cabang Ruteng.    

Wakawaka merupakan sebuah lampu yang dirancang khusus untuk menerangi rumah masyarakat pedesaan yang sulit dijangkau PLN. Lampu tersebut dilengkapi dengan pegangannya sehingga bisa digantung atau dibawa ke mana-mana.

Di bagian depannya, terdapat sepasang mata lampu led. Sementara di  bagian belakangnya terdapat panel surya yang berfungsi menghasilkan arus.

Selain itu, dilengkapi juga colokan usb yang bisa digunakan untuk mengisi ulang arus handphone.

Tenaga lampu mini ini bisa diisi ulang dengan menggunakan tenaga surya dan sanggup menyala hingga 16 jam.

Dikatakan, di seluruh NTT, lampu jenis waka-waka ini hanya ada di desa Golowuas,Manggarai Timur.

Kordinator Ayu Indonesia Desa Golowuas, Kristoforus Salur mengatakan, lampu itu sangat bermanfaat bagi warga penerima manfaat.

“Kami sangat bangga dengan kehadiran lampu ini.Sebelum adanya waka-waka ini kami menggunakan lampu yang cukup sederhana untuk menerangi rumah di malam hari,” katanya kepada Floresa.co, Selasa 22 Januari lalu.

“Dengan adanya lampu wakawaka ini, kami tidak perlu lagi membeli minyak tanah untuk bahan bakar lampu pelita. Selain itu bepergian di malam hari kami bisa menggunakan wakawaka ini,” ujarnya.

Selain lampu, pada 2013 lalu, Yayasan Ayo Indonesia juga pernah memberi bantuan air minum bersih pada tahun 2007 dengan proyek WC permanen untuk warga Desa Golowuas.

Gabrin Anggur/Floresa

Advertisement