Ruteng, floresa.coHari ini, Kamis pagi, 24 Januari 2019, sempat tersebar di Ruteng dan juga di media sosial kabar terkait penculikan seorang anak di SDK Ruteng 2, ibukota Kabupaten Manggarai.

Disebutkan juga bahwa para penculik meminta tebusan untuk membebaskan anak itu.

Namun, informasi tersebut ternyata hoaks.

Doni Parera, aktivis dari LSM Insan Lantang Muda mengatakan, kepada Floresa.co, Kamis pagi, ia mendatangi langsung SD Ruteng 2 dan menemui guru yang ada di sana untuk mencari tahu kebenaran informasi tersebut.

“(Ternyata itu) hoaks. Fakta yang benar adalah ada anak yang setelah jam pulang sekolah, tidak langsung ke rumah,” kata Doni.

“Setelah dicari-cari, ternyata mereka pergi bermain di taman kota,” lanjutnya.

Daniel Djihu, humas Polres Manggarai juga sudah membantah kebenaran informasi itu.

“Informasi itu tidak benar. Tadi memang ada laporan tentang penculikan anak, tetapi setelah dilakukan penyelidikan dan pencarian, anak yang dilaporkan hilang ditemukan di taman kota sedang bermain,” katanya.

Ia menambahakan, orangtua dari anak-anak itu memag ada yang menerima telepon dan meminta uang.

“Setelah ditelusuri, pelaku (yang menelepon) berada di Sulawesi,” katanya.

Menurut Daniel, pelaku tersebut menelepon secara anak untuk menyebar hoaks dan mencari keuntungan pribadi.

ARL/Floresa