Pulau Padar, salah satu destinasi wisata yang masuk di kawasan Taman Nasional Komodo (TNK). (Foto: Floresa).

Floresa.co – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menilai rencana penutupan Taman Nasional Komodo (TNK oleh pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) adalah keputusan sepihak.

Oleh karena itu, KLHK berencana mengundang Pemprov NTT untuk menanyakan dan membahas rencana Gubernur Viktor Laiskodat untuk menutup TNK selama setahun.

Selain mendengar alasan Pemprov NTT, menurut Menteri KLHK, Siti Nurbaya Bakar, pihaknya juga mau mendengar keinginan  kementerian pariwisata terkait TNK.

“Terus dilihat masa transisinya seperti apa, caranyabagaimana, itu semua ada caranya,” ujarnya.

Menurut Siti, saat ini, pihaknya sedang mempelajari masalah itu, dan KLHK memegang otoritas pengelolaan TNK.

“Saya minta Direktur Jenderal (Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem/KSDAE) memeriksa, karena pertama, otoritas tentang kawasan konservasi itu sepenuhnya ada di pusat. Jadi, kalau pemerintah daerah punya gagasan, nanti kita diskusikan, lalu kita akan lihat inti-intinya apa yang dipersoalkan,” ungkapnya, dilansir Antara, Senin 21 Januari 2019.

Pertemuan untuk mendiskusikan hal tersebut bersama Pemprov NTT rencananya akan dilakukan  dilakukan pekan ini.

 “Saya sudah minta Direktur Jenderal (KSDAE) dari hari Jumat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Balai Taman Nasional Komodo (BTNK) Budhi Kurniawan mengatakan, hingga saat ini belum ada komunikasi antara pihaknya dengan Gubernur Victor Laiskodat.

“Pengelolaan TNK sampai saat ini berjalan sebagaimana biasanya,” katanya kepada Floresa.co, Selasa, 22 Januari 2019.

BTNK merupakan salah satu perangkat operasional KLHK yang secara khusus menangani TNK dan berlokasi di Labuan Bajo, Mabar.

BACA JUGA: Pemprov NTT Berencana Tutup Taman Nasional Komodo Selama Satu Tahun

Sebelumnya, Pemprov NTT berencana menutup lokasi TNK dari kunjungan wisatawan selama satu tahun sebagai upaya meningkatkan jumlah populasi komodo dan juga rusa yang menjadi makanan utama hewan langka tersebut.

“Pemerintah NTT akan melakukan penataan terhadapkawasan Taman Nasional Komodo agar menjadi lebih baik, sehingga habitat komodomenjadi lebih berkembang. Kami akan menutup Taman Nasional Komodo selama satutahun,” kata Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat, Jumat pekan kemarin.

Namun, ia tidak menjelaskan waktu penutupan kawasanTaman Nasional Komodo tersebut. Viktor mengatakan, penutupan Taman NasionalKomodo guna mempermudah pemerintah daerah menata kawasan wisata itu.

Dia mengatakan, kondisi habitat komodo di KabupatenManggarai Barat, ujung barat Pulau Flores itu sudah semakin berkurang dan tubuhkomodo menjadi lebih kecil sebagai dampak dari berkurangnya rusa yang menjadimakanan utama komodo.

Antara/Floresa