Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. (Foto: Ist)

Floresa.co –  Melalui sebuah surat, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menyatakan keinginannya mengunjungi Flores.

Hal itu ia sampaikan dalam surat balasan atas surat yang sebelumnya dikirim oleh lembaga pendidikan calon imam, Seminari Tinggi Santo Petrus Ritapiret, Maumere, Kabupaten Sikka.

“Kalau ada jadwal ke NTT, saya akan minta staf saya atur jadwal ke sana,” kata Ahok dalam surat dengan tulisan tangan.

Romo Inosentius Mansur Pr, salah satu pendamping para frater di seminari tinggi itu mengatakan kepada Floresa.co, surat itu diterima pihak seminari pada pekan ini.

“Kami pernah kirim surat kepadanya agar ia datang,” kata Romo Ino.

Dalam suratnya itu, yang didalamnya disebut ditujukan kepada Rektor Seminari Tinggi Ritapiret, Romo Philip Ola Daen Pr, ia juga mengatakan, memang sudah lama berniat membantu umat di Flores.

Sementara itu, Pastor Philip mengatakan, dalam surat yang dikirim kepada Ahok, mereka juga memintanya menjadi keynote speaker dalam seminar terbuka.

Ia menyebut mantan Gubernur DKI Jakarta itu sebagai sosok yang fenomenal, inspiratif dan beriman. 

Karena itu, ia merasa terpanggil menghadirkan Ahok agar bisa membagikan idenya yang brilian, kinerjanya yang bersih dan imannya yang teguh.

Surat Ahok yang dikirim ke Seminari Tinggi St Petrus Ritapiret, Maumere, Sikka.

Sebagaimana dilansir Voxntt.com, Philip berharap spirit Ahok dapat ditularkan kepada banyak orang, khususnya para calon imam yang akan menjadi gembala umat.

Ia mengatakan, mereka akan terus berupaya menjalin komunikasi dengan Ahok agar niat kedatangannya bisa terealisasi.

Ahok, yang kini masih dipenjara  di Markas Komando Brimob, Kelapa Dua, Depok Jawa Barat karena kasus penodaan agama, akan bebas pada 24 Januari ini.

Ia divonis dua tahun penjara setelah dinyatakan bersalah karena penyataannya dalam sebuah kunjungan ke Pulau Seribu pada 27 Desember 2016,  di mana ia menyebut bahwa tidak ada larangan dalam Al Quran bagi orang Muslim untuk memilih pemimpin Muslim.

Pernyataannya itu dalam sebuah video, yang kemudian diedit, tersebar luas dan memicu aksi unjuk rasa umat Muslim garis keras, menuntut agar ia dipenjara.

Ia kalah dalam pemilihan Gubernur DKI Jakarta pada 2016 yang dimenangkan oleh Anies Baswedan, hal yang oleh banyak analis dianggap dipicu karena kasus penodaan agama yang dialamatkan kepadanya.

Dalam suratnya ke Seminari Tinggi, Ahok mengatakan, selama ini ia bertahan di penjara, “karena faktor anugerah dan usaha (selain karena doa orang banyak kepada saya).”

ARL/Floresa