Markus Makur (Foto: Istimewa).

Borong, Floresa.coKarya jurnalistik Markus Makur, kontributor Ucanews.com, sebuah media Katolik Asia yang berpusat di Hongkong, masuk nominasi lomba Sustainable Journalism Award yang diselenggarakan oleh Global Initiative di Singapura.

Tulisan Feature dengan judul “Indonesian Priest Ends Water Ordeal” yang dipublikasikan Ucanews.com pada 25 Desember 2018 lalu, berhasil membawa nama Markus Makur masuk dalam nominasi lomba jurnalistik tersebut.

Markus yang juga menjadi Kontributor Kompas.com dan The Jakarta Post di Manggarai itu menulis tentang sulitnya warga Kampung Sambikoe, Kelurahan Watunggene, Kecamatan Kota Komba, Manggarai Timur untuk mendapatkan air minum bersih.

Namun, seorang missionaris asal kampung tersebut yang bermisi di Italia, Pater Tus Mansuetus, SVD bersama para donatur dari daerah misinya yang berkunjung untuk meresmikan sebuah asrama Putri di dusun Kalapandu merasa prihatin dan berinisiatif untuk membantu warga Sambikoe.

Para donatur itu kemudian membangun jaringan air bersih. Dan saat ini kampung Sambikoe tidak lagi dijuluki sebagai kampung tandus.

Kepada Floresa.co, Sabtu, 12 Januari 2019, Markus mengaku telah mendapat surat elektronik atau e-mail pemberitahun dari pihak penyelenggara lomba itu pada 4 Januari lalu yang menyatakan bahwa tulisannya masuk nominasi.

Markus mengaku, meskipun belum diumumkan mendapatkan juara dalam lomba tersebut, dengan masuknya karya jurnalistik itu dalam nominasi, sudah menjadi kebanggaan tersendiri bagi dirinya.

“Nominasi ini untuk memicu saya berkarya lebih baik lagi dengan mengangkat kesulitan-kesulitan di daerah Manggarai Timur, Flores, NTT,” ujar Markus.

Bagi Markus, menjadi jurnalis itu adalah tugas luhur dan mulia, sebab Walaupun sederhana dalam hidup namun karya nyatanya mendunia dengan tulisan-tulisan yang berpihak kepada masyarakat yang dilupakan atau dipinggirkan.

BACA JUGA: Tulis Tentang “Susah Sinyal” di Elar, Markus Makur Dapat Penghargaan dari Kominfo

“Dalam bahasa Manggarai, seorang jurnalis sebagai Mu’u Luju laro Jaong dari masyarakat dan Pemerintah,” ujarnya.

“Seorang wartawan harus berpihak kepada penderitaan rakyat sambil berimbang dengan program pemerintah,” lanjutnya.

Markus menyampaikam terima kasih kepada Ucanews.com dan beberapa media lain tempat tulisanya biasa dipublikasikan.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada keluarga dan para jurnalis di Manggarai Raya yang selalu mendukungnya dalam berkarya.

“Dan yang paling utama juga saya menyampaikan terima kasih kepada Tuhan, sumber segalanya,” tutupnya.

Sebelumnya pada bulan Desember 2018 kemarin, Markus meraih juara dua lomba karya jurnalistik yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informasi RI.

Waktu itu, Markus meraih penghargaan atas tulisan feature-nya tentang susah signal di Kecamatan Elar, Manggarai Timur yang dipublikasikan di Kompas.com.

Rosis Adir/Floresa

Advertisement