Salah satu anggota Komunitas Sant'Egidio berdandang bak sinterklaas tengah memberikan hadiah natal kepada anak panti asuhan Bruderan MOP.

Labuan Bajo, Floresa.co – Di saat kebanyakan umat Katolik lebih khusus anak-anak muda memilih merayakan natal dengan keluarga dan karibnya, anggota Komunitas Sant’Egidio Labuan Bajo memilih merayakannya dengan menggelar makan siang bersama dengan penyandang disabilitas di Biara Bruderan MOP Cowang Dereng, Labuan Bajo.

Menurut Penanggung Jawab, Yen Asmat, pilihan merayakan hari raya natal 25 Desember 2018 bersama dengan kelompok itu, selain sebagai tradisi komunitas juga karena ingin berbagi kebahagiaan kepada sasama yang kurang beruntung.

“Acara ini adalah sebuah tradisi komunitas di mana sukacita natal dirayakan dalam perjamuan dalam satu meja makan bersama mereka yang kurang beruntung, bergembira bersama anggota komunitas serta sahabat-sahabat yang dilayani,” kata Yen kepada Floresa.co, Rabu, 26 Desember 2018.

“Ketika banyak orang yang tidak memiliki keluarga dan merasa kesepian di hari raya natal, maka komunitas Sant’Egidio ingin berbagi kebahagiaan natal bersama mereka,” tambahnya.

Selain penyandang disabilitas, dalam acara bertajuk ““Satu Meja Sebesar Dunia” itu, hadir juga anggota panti asuhan Binongko, anggota Komunitas JPIC SSpS Labuan Bajo, keluarga perantauan dari Sumba beserta anak-anak mereka yang tinggal di bukit Silvia, Labuan Bajo serta beberapa orang tuna netra dari sekitar kota Labuan Bajo.

Selain makan siang bersama, acara itu juga diwarnai dengan pembagian kado oleh anggota komunitas Sant’Egidio kepada perserta yang hadir. Seorang berdandan bak Sinterklaas dengan setia membagikan kado-kado itu kepada peserta yang hadir.

“Tidak ada natal tanpa hadiah,” kata Yen.

Anggota Kominitas Sant’Egidio Labuan Bajo sendiri terhitung masih berusia muda dan terdiri dari anak-anak muda usia 20-an tahun dan dari beragam profesi. Acara makan siang natal ini merupakan yang kedua setelah pertama kali digelar pada natal tahun 2017 lalu.

ARJ/Floresa