Para kader Partai Hanura DPC Manggarai Timur. (Foto: Floresa)

Borong-Floresa.coPimpinan Partai Hanura tingkat Kabupaten Manggarai Timur meminta pasangan Bupati dan Wakil Bupati terpilih Andreas Agas-Stefanus Jaghur (Aset) untuk meninggalkan pola politik balas jasa dan balas dendam.

Politik balas jasa dan balas dendam, menurut Frumensius Mensi Anam, Ketua DPC Hanura Matim, potensial dipraktekkan dalam proses penataan birokrasi.

Ia mengatakan, penentuan Sekda dan para eselon dua tidak boleh berdasarkan politik balas jasa dan balas dendam, sehingga tidak terjebak dalam kesalahan-kesalahan yang sama, seperti dilakukan pemerintah sebelumnya.

“Tentu harus menentukan orang yang betul-betul mampu dan layak, memiliki kemampuan managerial yang baik,” kata Mensi saat konferensi pers di sekertariat partai mereka pada Jumat, 21 Desember 2018 untuk menandai perayaan HUT ke-12 Hanura.

Mensi menegaskan, Aset juga harus memenuhi harapan masyarakat yang merindukan pembangunan yang merata dalam segala bidang di setiap kecamatan.

“Kualitas pembangunan harus benar-benar terjaga. Jadi, jangan asal kerja.”

Ia mengatakan, berkaitan dengan infrastruktur fisik seperti jalan, air dan listrik, mesti dibangun dari wilayah yang terisolasi.

Hanura juga, kata Mensi, memberikan apresiasi kepada Pemerintah Matim yang baru karena mau menggelontorkan anggaran dari APBD II untuk membangun 10 km jalan per kecamatan per tahun.

Menurutnya, meskipun bukan partai pendukung Aset, Hanura akan tetap mendukung penyelenggaraan pemerintahan Matim ke depan.

“Dukungan penuh Hanura terhadap pemerintah itu adalah dengan memberikan catatan kritis,” katanya.

“Hanura selalu membuat catatan kritis setiap akhir tahun dan momentum ulang tahun adalah mengevaluasi penyelenggaraan pemerintah,” tambah Mensi.

Sementara itu, Nobertus Nagung, caleg Hanura dari Dapil Poco Ranaka-Poco Ranaka Timur mengkritisi pemerintah dan DPRD yang selama ini terkesan hanya bertemu di ruang sidang.

Padahal, menurutnya, dalam mengemas APBD, pemerintah dan DPRD mestinya harus bersinergi.

Oleh karena itu, lanjutnya, ke depan Hanura harus menjadi partai yang bisa membangun komunikasi dengan berbagai pihak.

Rosis Adir/Floresa

Advertisement