Para pemain San Antonio FC bersama Pastor Paroki Beokina Romo Robilius Narto Mbongor Pr (berdiri, kedelapan dari kiri). (Foto: Floresa)

Ruteng, Floresa.co – San Antonio FC, sebuah tim sepak bola lahir di Beokina, Kecamatan Rahong Utara, Kabupaten Manggarai.

Klub tersebut didirikan sejak September 2018 atas inisiatif Pastor Paroki Beokina Romo Robilius Narto Mbongor Pr.

Imam Projo yang menyukai sepak bola ini tergerak hatinya ketika setiap hari melihat anak muda Beokina bermain bola di lapangan di depan Gereja.

“Namun hanya main bola begitu saja tanpa bimbingan dan arahan. Ke mana bakatnya disalurkan, tidak jelas,” tutur Romo Robi di Beokina pada Jumat, 21 Desember 2018.

Ia pun mendiskusikan idenya dengan Nova D Dewantoro. Ia mengajak Guru Garis Depan (GGD) di SMA Negeri 2 Rahong Utara itu untuk mengorganisir anak muda dalam wadah club sepak bola.

Nova yang ternyata memiliki lisensi kepelatihan nasional dalam bidang sepak bola itu pun menyambut antusias ide Romo Robi.

Mereka mengumpulkan anak-anak muda melalui Ketua Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Beokina, Melania S Juliani. Ide yang ditawarkan pun disambut antusias anak-anak muda penggila bola.

Kemudian Romo Robi mengajak beberapa tokoh yang bisa mendukung gagasan tersebut. Antara lain Yohanes Wilfridus Marison, Petrus Klaver Mujur, dan Antonius Supervisi.

Selanjutnya mereka membentuk organisasi sepakbola San Antonio, yang  diambil dari nama pelindung Paroki Beokina yakni Santo Antonius.

Romo Robi ditunjuk sebagai manajer dengan Petrus Klaver Mujur sebagai asisten manajer. Antonius Supervisi ditetapkan sebagai ofisial, Nova sebagai pelatih dan Yohanes Marison sebagai asisten pelatih. Selanjutnya tim pelatih ditambah dengan Aloysius Gonzales Yoman, guru SMA Widya Bhakti Ruteng.

Setelah memantapkan organisasi, pada 16 September 2018 mereka mulai mengadakan seleksi pemain dengan kategori umur 12 tahun, 16 tahun, dan 18 tahun. Selama satu Minggu, mereka berhasil mengumpulkan 72 orang pemuda dengan rincian 20 orang kategori U12, 22 orang kategori U16, dan 30 orang kategori U18.

“Semua punya kemampuan otodidak masing-masing. Tinggal dipoles, dilatih dengan sabar dan tulus, pasti akan berbuah hasil yang manis nantinya,” tutur Nova.

Selanjutnya mereka mengadakan program latihan secara serius. Program latihan mencakup aspek fisik, kecepatan, kelincahan, daya tahan, dan kekuatan. Selain itu, peserta diberikan materi taktik dan strategi, kekompakan dan kebersamaan dalam tim, serta aspek mental, emosional, dan psikologi pemain.

“Kami juga sudah beberapa kali melakukan uji coba dengan lawan tanding persahabatan. Hasilnya, kami menang,” ujar Marison.

Sejumlah anggota San Antonio FC sedang bersiap-siap untuk mengadakan latihan. (Foto: Floresa)

Mereka bertekad untuk menjadikan San Antonio FC sebagai wadah yang melahirkan pemain-pemain sepakbola profesional.

“Suatu saat San Antonio bisa mempersembahkan putra-putra terbaik untuk membela Manggarai, NTT, bahkan Indonesia melalui sepakbola,” ujar Romo Robi.

NJM/Floresa