Ilustrasi


Borong, Floresa.co Misa malam dan hari raya natal, 2018 di Paroki Salib Suci Mamba, Kevikepan Borong, Keuskupan Ruteng, direncanakan digelar di tiga tempat, demikian disampaikan Pastor Paroki, Romo Isodorus Pangkur, Rabu, 19 Desember 2018.

Menurut Pastor Isodorus, perayaan natal di tiga tempat itu agar umat lebih mudah mendapatkan palayanan. Apalagi kondisi geografis dan infrastruktur dari pusat paroki ke stasi-stasi cukup sulit.

“Selain itu kondisi cuaca yang kurang bersahabatmembuat saya berinisiatif untuk merayakan Natal tahun 2018 ini di tiga tempatsekaligus,” katanya.

Adapun ketiga tempat misa digelar yakni yakni di pusat paroki, di Stasi Ndawang serta Stasi Lengor.

“Ketika Natal hanya dirayakan di pusat paroki maka umat-umat yang hadir juga hanya orang-orang tertentu yang memiliki tugas pada saat itu seperti petugas koor dan petugas- petugas lain,” tambahnya.

Lebih lanjut, jelas mantan Pastor Paroki Tilir itu, sejumlah pastor sudah dihubunginya agar memberikan pelayanan di stasi yang sudah ditentukan itu.

“Saya sudah berkonsultasi dengan beberapa pastor di Ruteng, dan mereka sudah setuju,” ujarnya.

Sulitnya akses transportasi di wilayah paroki yang berada di wilayah administrasi Kabupaten Manggarai Timur (Matim) itu diakuinya menjadi tantangan terberat dalam pelayanan. Ia pun berharap Pemkab Matim memperhatikan kondisi jalanan di wilayah tugasnya itu.

“Saya sangat berharap semoga ke depanya Pemkab Matim bisa memperhatikan daerah-daerah di wilayah Paroki Salib Suci Mamba sehingga tidak ada lagi kesulitan dalam melayani umat,” katanya.

Rencana perayaan Natal di tiga tempat itu mendapat respon positif dari Ketua Dewan Stasi Ndawang, Bernadus Ka’u. Menurutnya, langkah itu sudah menjawab kerinduan umat untuk merayakan misa natal dengan mudah.  

“Upaya yang dilakukan Romo Is untuk merayakan Natal di tiga tempat adalah suatu hal yang mulia,” katanya.

Gabrin Anggur/Floresa.co