Lampiran email wisatawan yang membatalkan kunjungannya ke Taman Nasional Komodo akibat wacana kenaikan tarif oleh Victor Laiskodat. (Foto: Istimewa).

Labuan Bajo, Floresa.co –  Pernyataan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Victor Bungtilu Laiskodat terkait rencana menaikkan tarif masuk wilayah Taman Nasional Komodo (TNK) menuai polemik.

Selain ditolak oleh sejumlah pelaku wisata di Labuan Bajo, Manggarai Barat (Mabar), ada juga wisatawan yang membatalkan kunjungannya. Tarif rencananya akan naik dari Rp350.000,00 menjadi $500 Amerika Serikat atau setara 7,5 juta rupiah.

Salah satu calon wisatawan melalui email Bahasa Inggris kepada salah satu pemandu wisata di Labuan Bajo mengatakan “mereka memikirkan soal tiket masuk itu”.

“Berita di negara saya menyebutkan bahwa tiket itu akan naik menjadi 500 dolar Amerika Serikat. Terkait hal itu, kami memutuskan membatalkan booking-an kami pada Juli 2019. Kami akan kembali menghubungi kamu kapan saja jika pikiran kami berubah,” demikian emailnya kepada pemandu wisata atas nama Marcel itu.

BACA JUGA: Pemandu Wisata Protes Wacana Tarif 500 Dolar Masuk TNK

Sementara itu, wisatawan yang baru saja kembali dari Labuan Bajo mengatakan dalam pesan WA kepada pemandu wisata yang melayaninya bahwa, tripnya sangat menyenangkan dan sangat ingin kembali suatu saat.

Namun, ia kemudian berkomentar bahwa tiket masuk TNK sangat tinggi di waktu mendatang. Ia pun melampirkan dalam pesannya berita terkait pernyataan Laiskodat yang dimuat TheStar, media di Malaysia.

Sebelumnya, Jumat, 14 Desember 2018, sejumlah kelompok pelaku wisata Labuan Bajo menggelar pertemuan membahas masalah ini.

Adapun yang hadir ialah perwakilan dari sejumlah organisasi, seperti ASITA, HPI, Asosiasi Kapal Angkutan Wisata (Askawi), PHRI, Persatuan Penyelam Professional Komodo (P3K), Koperasi Taxi Bandara (Flores Today) dan Forum Masyarakat Penyelamat Pariwisata (Formapp).

ARJ/ARL/Floresa