Ruteng, Floresa.co Alumni Seminari Pius XII Kisol (Sanpio) angkatan tahun 1994 menggelar seminar di Ruteng, ibukota Kabupaten Manggarai pada Sabtu esok, 15 Desember 2015 yang membahas topik tentang agama dan budaya.

Acara ini, yang dimulai pukul 08.30 diadakan di Aula Asumpa Lama, Paroki Katedral Ruteng dengan narasumber utama Pastor Alex Jebadu SVD, dosen Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero, yang juga penulis buku “”Bukan Berhala!: Penghormatan kepada Leluhur.”

Secara spesifik, seminar ini mendiskusikan tema “Apakah Praktik Penghormatan kepada Para Leluhur merupakan Penyembahan Berhala bagi Orang Katolik-Manggarai?”

Para penyangga antara lain Romo Inosensius Sutam Pr, Ketua Komisi Budaya dan Pariwisata, Keuskupan Dioses Ruteng dan Romo Agustinus Manfred Habur Pr, Sekretaris Uskup Ruteng.

Sementara moderator adalah Pastor Rafael Servianus Lepen SMM, salah satu alumnus Sanpio 1994 yang baru saja selesai kuliah teologi di Universitas Kepausan Urbaniana, Roma.

Silvester Ariatno Jehaut, Ketua Perhimpunan Alumni Sanpio Angkatan Tahun 1994 mengatakan, seratus peserta ditargetkan hadir dalam seminar ini, antara lain dari unsur rohaniwan, biarawan/wati, katekis, guru Agama Katolik, ketua seksi pewartaan paroki, pengurus kelompok basis gerejawi, tokoh adat, tokoh pemerintahan, dosen dan mahasiswa.

“Kegiatan seminar ini bermaksud memperkuat kapasitas kaum awam Katolik maupun kalangan pegiat pastoral di Manggarai Raya dengan pencerahan teologis yang relevan, memadai dan berkesinambungan menghadapi permasalahan identitas yang terbawa oleh perubahan kemasyarakatan dari waktu ke waktu,” katanya.

[Silahkan baca prawacana seminar ini di sini: Menjadi Katolik di Tanah Manggarai]

ARL/Floresa