Ilustrasi

Ruteng, Floresa.coMSD, wanita 21 tahun asal Poco Ranaka, Manggarai Timur, dihamili lalu ditinggalkan begitu saja oleh oknum polisi berinisial YSA.

Mulanya YSA mengaku duda. Belakangan baru diketahui bahwa istrinya masih hidup. Tak diketahui alasannya, sang istri kembali ke rumah orang tuanya di Timor.

MSD yang sudah terlanjur hamil terpaksa pasrah menjadi orang kedua. Penderitaan MSD bertambah ketika ia mulai mengalami penolakan dan penyiksaan YSA.

“Setiap malam Jumat, dia (YSA) pukul saya pakai tujuh lidi. Itu rutin dia lakukan setiap malam Jumat. Saya tidak tahu apa maksudnya. Tetapi ‘ritual’ itu selalu dia lakukan sampai saya harus menangis kesakitan,” kata MSD saat ditemui Floresa.co di Polres Manggarai, Sabtu, 1 Desember 2018.

“Dia juga seringkali pukul dan tendang saya. Suatu kali, dia tendang punggung saya dengan keras hingga saya pingsan. Saat itu saya sedang hamil muda,” tuturnya.

BACA JUGA: Anggota Polres Manggarai yang Hamili Gadis di Poco Ranaka Sudah Punya Dua Anak

Ia juga mengaku kerap mengalami kesurupan selama tinggal serumah dengan YSA. Entah apa sebab ia mengalami kejadian-kejadian aneh. Namun ia mengaku kerap melihat YSA melakukan ritual, salah satunya dengan memukulinya dengan tujuh lidi setiap malam Jumat.

MSD mengaku mengalami penderitaan yang hebat. Terutama ketika akhirnya ia ditolak oleh YSA dan keluarganya.

“Akhirnya dia kembalikan saya pada orang tua saya. Dia sudah menipu saya dengan mengaku duda, hamili saya, lalu dia campakkan saya dalam kondisi begini,” tutur MSD.

MSD tak membiarkan saja dirinya dikorbankan oleh kekejaman YSA. Ia akhirnya mengambil langkah perlawanan dengan melaporkan YSA ke Propam Polres Manggarai.

Setelah masalah tersebut ditangani Propam, YSA mulai membujuk dirinya agar mencabut laporan.

“Ada pak polisi yang periksa masalah saya ini tanya ke saya. ‘Kamu tidak kasihan dia (YSA)?’ Saya jawab, ‘saya lebih kasihan diri saya sendiri. Saya tak akan mengasihani orang yang telah menghancurkan diri saya’,” tuturnya.

BACA JUGA: Keluarga Gadis yang Dihamili Anggota Polres Manggarai Minta Pertanggungjawaban

Sementara itu YSA yang ditemui saat bertugas di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) membantah jika dirinya telah menipu MSD.

“Saya tidak pernah menipu dia (MSD) dengan mengaku diri sebagai duda,” ujarnya.

Ia mengatakan, sejak awal keduanya berkenalan, ia sudah jujur memperkenalkan dirinya sebagai pria beristri.

“Istri saya sudah di rumah orang tuanya. Di Timor sana. Makanya kami berdua (dengan MSD) tinggal bersama,” ujarnya.

Ketika ditanya, apa alasan istrinya pergi meninggalkan dirinya, YSA menjawab: “Ae, saya juga tidak tahu dia punya alasan.”

YSA membenarkan jika setiap malam Jumat, dirinya selalu memukul MSD dengan menggunakan lidi.

“Ada orang yang suruh saya lakukan itu karena dia kesurupan terus,” ujar YSA menjelaskan alasannya.

Namun ia membantah jika dirinya kerap kali mengasari MSD, apalagi menganiayanya.

YSA akhirnya mengambil sikap mengembalikan MSD ke orang tuanya karena MSD kerap mengalami kesurupan dan selalu mengekang dirinya.

“Dia sering kesurupan. Anehnya kalau dia pulang ke rumah orang tuanya, dia aman,” ujar YSA.

NJM/Floresa