SMKN 1 Datak, Kecamatan Welak.

Labuan Bajo, Floresa.co Dua sekolah kejuruan di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur (NTT) menyambut baik arahan Gubernur Victor Bungtilu Laiskodat agar menanam dan mengkonsumsi daun kelor.

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Datak, Kecamatan Welak misalnya, telah menanam dan membedeng benih kelor untuk dibagikan kepada para siswa.

Sebelumnya, Laiskodat, melalui Dinas Pendidikan Provinsi NTT, telah mengeluarkan surat nomor 837/438/Pend.Wil.VII/XI/2018 yang isinya mendorong SMA-SMK se-provinsi itu untuk membudidayakan kelor.

Kepala Sekolah SMKN 1 Datak, Siprianus Jemadi mengatakan, pihaknya sudah menjalankan arahan Laiskodat sejak beberapa waktu lalu.

Arahan itu, kata Sipri, dapat memotivasi peserta didik untuk bercocok tanam sesuai dengan program sekolahnya.

“Kita mendukung karena sinkron dengan program keahlian di SMK Negeri 1 welak. Salah satu program keahlian adalah program keahlian pertanian,” katanya kepada Floresa.co, Senin 3 Desember 2018.

Tempat Persemaian kelor di SMKN 1 Datak, Kecamatan Welak.

“Melalui program pemberdayaan ini, mendorong siswa-siswi berinovasi serta dalam rangka pengembangan SMAK ke depan,” tambahnya.

Ia menjelaskan di lingkungan sekolah yang dipimpinnya itu, terdapat ratusan anakan kelor yang akan didistrubusikan kepada setiap siswa dan masyarakat di sekitar sekolah.

“Kita melakukan budidaya kelor dengan sistem pembenihan yang nantinya akan ditanam di wilayah sekolah dan juga distribusikan lebih khusus kepada siswa-siswi dan juga dibagikan kepada warga sekitar lokasi sekolah,” ujarnya.

Selain SMKN 1 Datak, SMK Stela Maris Labuan Bajo juga telah turut membudidayakan kelor.

Menurut Kepala Sekolah, Pastor Kornelis Hardin, Pr, guru dan siswa di sekolahya telah menanam kelor di lingkungan sekolah. Dan, ini bukan kali pertama mereka melakukannya, tetapi sebelumnya juga mereka telah melakukan.

“Sejak lama kita sudah memakan daun kelor sebagai salah satu sayur favorit,” katanya.

“Seiring ada gerakan baru gubernur NTT, kita sangat mendukung. Makanya kita menamam kelor bersama siswa-siswa dan mengarahkan mereka untuk mengkonsumsi daun kelor,” tutupnya.

Ferdinand Ambo/Floresa