Jalan Warloka-Kenari Kecamatan Komodo sudah mulai rusak. Padahal baru selesai dikerjakan. (Foto: Floresa).

Labuan Bajo, Floresa.coProyek peningkatan ruas jalan jalur Kenari- Warloka, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur (NTT) sudah mulai rusak. Padahal, baru beberapa bulan selesai dikerjakan.

Diduga, jalan yang dananya berasal dari anggaran tahun 2018 itu dikerjakan asal-asalan.

Pantauan Floresa.co, Senin, 3 Desember 2-18, di beberapa titik, banyak aspal mulai terkelupas.

Selain itu, badan jalannya juga bergelombang. Padahal ruas jalan itu merupakan jalan menuju tempat pembuangan akhir (TPA) yang baru dibangun pemerintah pusat.

Sementara, di titik awal perbaikan, berdiri sebuah papan tender. Di papan tersebut tertulis bahwa proyek itu dikerjakan CV. Lidya Jaya dengan nilai kontrak Rp1.857.246.000,00.

Tercantum juga tanggal dimulainya kontrak yakni 23 Agustus 2018 dan dikerjakan selama 105 hari.

Sewar Gading, salah satu anggota DPRD Mabar yang rumahnya berada di titik awal pengerjaan jalan itu menyayangkan kerusakan yang terjadi.

“Sangat disayangkan. Apalagi usianya baru berapa bulan tetapi sudah mulai rusak,” kata Kader Partai PKB itu, Senin, 3 Desember 2018.

Papan Tender Proyek Jalan Warloka-Kenari, Manggarai Barat.

“Saya melihat mereka kerja buru-buru dan faktanya saat ini kualitasnya buruk. Padahal mereka mengerjakan di waktu belum musim hujan,” tambahnya.

Menurut Gading, dinas terkait tidak serius memperbaikinya. Padahal dana yang digelontorkan dan bersumber dari APBD II itu sangat besar.

“Harapan kita jalan ini dapat dimanfaatkan minimal dua hingga tiga tahun. Melihat fakta sekarang ini, harapan itu bisa pupus apalagi jalan ini juga mempermudah ke TPA,” ujarnya.

Gading juga menginformasikan bahwa besaran jatah yang diperoleh konsultan.

“40 juta untuk konsultan pengawas, sementara 40 juta lainnya biaya perencanaan,” jelasnya.

Ia juga berharap, pengusaha yang mengambil material di wilayah itu tidak mengangkut muatan yang terlalu besar karena mempercepat kerusakan jalan.

“Kita harapan mobil yang mengankut material tidak over muatan,” ujarnya.

Kepala Dinas PU, Ovan Adu mengatakan, proyek jalan itu belum di-PHO (provisional hand over) atau diserah terima.

“Besok kita cek ke lokasi. Saat ini proyeknya belum PHO dia tender yang terakhir,” katanya.

Ferdinand Ambo/Floresa