Borong, Floresa.coDelapan partai politik (Parpol) di Kabupaten Manggarai Timur (Matim), NTT, hingga kini belum mendaftarkan tim kampanye pemilihan umum (Pemilu) 2019 ke KPU setempat.

Hal itu disampaikan Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Matim, Zakarias Gara kepada Floresa.co, usai kegiatan sosialisasi pengawasan Pemilu 2019 yang diselenggarakan oleh pihaknya di hotel Embun Pagi, Desa Nanga Labang, Kecamatan Borong, Jumat, 30 November 2018.

“Berdasarkan penyampaian KPU (Matim) ke Bawaslu, ada delapan partai yang belum menyerahkan daftar tim kampanye,” ujarnya.

Dari 16 Parpol yang lolos menjadi peserta Pemilu 2019, di Matim, hanya ada 15 yang ikut dalam kontestasi pemilihan legislatif. Sedangkan satu partai lainya, yakni partai Garuda memilih untuk tidak ikut ambil bagian dalam ajang politik tersebut.

Namun, Zakarias tidak merinci nama-nama kedelapan Parpol yang belum mendaftarkan tim kampanyenya itu.

Ia hanya mengatakan, kemarin, Kamis, 29 November 2018, pihaknya sudah menyurati kedelapan Parpol itu untuk segera mendaftar tim kampanye masing-masing, di KPUD Matim.

“Jika 3×24 jam setelah surat itu mereka terima, tetap belum juga mendaftar, berarti mereka tidak usah kampanye saja,” ucapnya.

Sebelumnya, dalam pemaparan materi sosialisasi pengawasan Pemilu, Zakarias menjelaskan bahwa tujuan kampanye adalah memberikan pendidikan politik kepada masyarakat, sehingga partisipasi pemilih bisa meningkat.

“Prinsipnya bahwa kampanye itu harus jujur, terbuka dan dialogis,” katanya.

Selain itu, ia juga menegaskan bahwa selama menyampaikan materi kampanye, baik lisan maupun tulisan, tim kampanye harus menunjukan sikap yang sopan, tertib, mendidik, bijak, beradab, dan tidak provokatif.

Selanjutnya, zakarias juga memaparkan berbagai jenis pelanggaran pemilu yang tidak perlu dilakukan oleh para peserta.

Pantauan Floresa.co, sosialisasi itu diikuti oleh unsur Parpol, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh mudah dan ketua Panwascam se-Kabupaten Matim.

Turut hadir dalam kesempatan itu utusan Kesbangpol Matim; Kasat Pol PP, Frans Malas; Plt Kadis Dukcapil, Robertus Bonaventura; serta unsur TNI dan Polri.

Rosis Adir/Floresa