Anak-anak di Kampung Wesang sedang menimba air yang mengalir dari keran hasil proyek pemerintah desa. Meski saat ini sudah ada proyek baru dari Dinas PUPR Marim, namun air tidak mengalir. (Foto: Floresa)

Floresa.co – Kontraktor yang mengerjakan proyek air minum milik Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berjanji segera mengatasi masalah ini.

“Saya siap perbaiki hari ini,” kata Rikardus Persly, kontraktor proyek ini kepada Floresa.co, Kamis, 29 November 2018.

Proyek dengan anggaran Rp 9 ratus juta ini yang dikerjakan mulai tahun lalu masih dalam tahap pemeliharaan hingga bulan depan.

Warga di Kampung Wesang, Desa Compang Wesang sebelumnya menyatakan kekecewaan karena pipa-pipa yang menuju rumah mereka tidak dialiri air. Padahal, di rumah mereka sudah dipasang meteran.

Salah seorang warga mengaku, air hanya mengalir seminggu setelah pemasangan meteran pada awal tahun ini.

BACA: Proyek Air Minum Dinas PUPR Matim Mubazir, Warga Compang Wesang Kecewa

Rikardus tidak menampik keluhan warga, namun, kata dia, air tidak mengalir karena warga di bagian hulu sering melubangi pipa.

“Itu ulah masyarakat di hulu yang sering curi air dari pipa menuju Wesang. Mereka potong pipa,” ujarnya.

Ia menambahakan, selama masa pemeliharaan, ia sudah belasan kali memperbaiki pipa-pipa yang dilubangi warga tersebut.

Ia membantah laporan warga yang menyebutkan bahwa air mengalir hanya satu minggu setelah pemasangan meteran. Persoalan, kata dia, baru terjadi pada Juli lalu, pasca ada warga yang potong pipa.

“Persoalan utamanya itu persoalan sosial, orang potong pipa. Tidak mungkin kontraktor setiap hari pergi jaga di sana selama masa pemeliharaan,” jelasnya.

Rosis Adir/Floresa