Air yang akan dialirkan ke Borong, tepatnya di tepi kali Wae Dingin, Pinis, Bangka Kempo, Kecamatan Rana Mese menyembur setinggi kira-kira 20 meter akibat kebocoran pipa.

Borong, Floresa.co – Pipa induk yang mengalirkan air dari danau Rana Mese menuju Borong, ibu kota Kabupaten Manggarai Timur, bocor. Bocoran yang terjadi di tepi kali Wae Dingin, Pinis, Bangka Kempo, Kecamatan Rana Mese itu menyemburkan air setinggi kira-kira 20 meter.

Pantauan floresa.co pada Sabtu, 24 November 2018, semburan air dari pipa yang terletak di bahu jalan itu jatuh di separuh badan jalan sehingga membasahi pengguna jalan.

Kondisi jalan rusak parah dan tak adanya jembatan, membuat pengguna kendaraan terpaksa melintas di bawah guyuran air demi mendapatkan bagian jalan yang mudah dilalui.

Benediktus Ikut, salah seorang warga setempat menuturkan, kebocoran pipa sudah berlangsung sejak beberapa hari lalu. Namun pihak berwenang belum memperbaikinya.

“Mestinya segera dibereskan supaya warga tidak kesulitan air,” kata pemuda yang biasa disapa Bento itu.

Bento menambahkan, kebocoran pipa tak hanya pada titik tersebut. Namun terjadi juga di sepanjang wilayah Desa Bangka Kempo, Golo Rutuk, dan Desa Compang Teber.

“Pipa-pipa itu mudah rusak karena tidak dibenamkan di dalam tanah. Pipa dibiarkan saja di atas permukaan tanah. Mestinya dibenamkan dalam tanah supaya tidak mudah bocor atau dirusak oleh oknum-oknum yang sengaja merusak pipa tersebut,” katanya.

Ia mengatakan, sepanjang wilayah tersebut setidaknya terdapat lebih dari 20 titik kebocoran. Kondisi tersebut sudah berlangsung lama dan tak pernah diperbaiki pihak terkait.

“Saya berharap, instansi terkait memperbaiki pipa-pipa rusak atau bocor itu. Selain itu, pipa-pipa itu harus dibenamkan dalam tanah supaya tidak mudah rusak,” ujarnya.

NJM/Floresa.