Badan jalan ikut tergerus air laut. (Foto: Floresa)

Borong, Floresa.co – Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kabupaten Manggarai Timur (Matim), NTT mengatakan, abrasi yang terjadi di sepanjang pantai dekat dermaga Borong disebabkan karena pembangunan jalan raya di wilayah tersebut.

“Sebenarnya tidak (terjadi abrasi) begitu kalau tidak diganggu dengan pembangunan (jalan) di sana,” ujar kepala BLHD Matim Thomas Ngalong, Kamis, 15 November 2018.

Menurutnya, pembangunan jalan di sepanjang bibir pantai itu mestinya harus diimbangi dengan pembangunan konstruksi khusus yang bisa menahan derasnya pukulan ombak agar tidak terjadi abrasi seperti sekarang.

“PU mestinya tidak hanya membangun tembok penahan. Tapi, harus ada konstruksi khusus seperti break water atau pemecah ombak,” katanya.

Ia menyatakan, pihaknya tidak bisa mengintervensi penanggulangan bencana abrasi itu, karena merupakan kewenangan BPBD dan Dinas PUPR. “Kami hanya sebatas menanam pohon. Dan itu sudah dilakukan,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, ruas jalan menuju dermaga Borong dari arah jembatan hilir  Wae Bobo terancam putus.

Sebagian badan jalan tampak sudah menyempit karena terkikis air.

Di pinggir  jalan yang belum diaspal itu tampak puluhan lapak penjualan milik pedagang makanan dan sembako yang sudah ditinggalkan pemiliknya karena kondisi demikian.

Informasi yang dihimpun Floresa.co, pembangunan TPT itu satu paket dengan pengerjaan ruas jalan dan jembatan di ujung selatan kota Borong tersebut. Proyek infrastruktur itu sendiri milik dinas PUPR Matim.

BACA JUGA: Sudah Lama Ambruk, Tembok Penahan di Dermaga Borong Belum Diperbaiki

Plt Kepala Dinas PUPR, Yos Marto membenarkan hal itu. Menurutnya, pengerjaan jalan, jembatan dan tembok penahan di bibir pantai itu dilakukan pada tahun 2015 lalu.

“Ya, Benar, itu proyek PUPR tahun 2015,” ujarnya melalui layanan aplikasi WhatsApp pada Selasa, 13 November.

Namun, ia enggan memberikan komentar lebih lanjut terkait kondisi tembok penahan yang sudah lama ambruk itu.

Sementara Kepala BPBD Matim, Anton Dergong mengatakan tembok penahan jalan atau TPT itu sudah lama rusak.

“Terjadi kerusakan (TPT), tidak lama setelah berakhirnya masa pemeliharaan,” kata Dergong, Kamis, 8 November.

BPBD Matim, lanjutnya, sudah berkoordinasi dengan dinas PUPR terkait kondisi tersebut, begitu pun sebaliknya.

Menurutnya, Bupati Yoseph Tote sudah meminta pemerintah pusat melalui BNPB agar mengalokasikan anggaran (APBN) untuk membangun kembali TPT di sepanjang jalan di kawasan dermaga Borong tersebut.

Namun, Dergong belum memastikan apakah permintaan Bupati Tote itu dikabulkan oleh pemerintah pusat atau tidak.

“Mudah-mudahan permohonan tersebut mendapat perhatian dari pemerintah pusat,” ujarnya.

Rosis Adir/FLORESA