Warga saat memperbaiki jembatan Wae Mas. (Foto/Floresa).

Borong, Floresa.co – Para pekerja yang memperbaiki jembatan Wae Mas di perbatasan Kota Komba-Elar Selatan meminta kontraktor, Rian agar segera melunasi upah mereka termasuk biaya sewa angkut material yang sebagiannya masih tertunggak.

Hal tersebut disampaikan oleh salah seorang pekerja menanggapi pemberitaan Floresa.co yang menyebutkan bahwa semua biaya material dan upah pekerja yang memperbaiki  jembatan ambruk tersebut, ditanggung kontraktor.

“Waktu itu orang suruhannya Baba Rian datang membawa uang ke Watu dan langsung menyerahkanya ke kepala dusun. Kami terima uang dari kepala dusun sebesar Rp 3,5 juta dari total kesuluruhan (biaya kerja) Rp 4 juta,” kata sumber yang tidak mau namanya dimediakan itu, Sabtu, 17 November 2018.

Selain itu salah seorang sopir truk yang mengangkut material untuk perbaikan jembatan itu juga mengeluhkan biaya sewa pengangkutan yang sampai saat ini belum dibayar kontraktor Rian.

BACA JUGA: 

“Waktu itu saya angkut dua ret pasir dan satu ret batu. Total keseluruhan biaya angkut Rp 1,5 juta dan sampai saat ini Baba Rian belum bayar” ujar sopir yang juga enggan menyebutkan namanya itu.

Selain upah pekerja dan biaya material yang belum dilunasi kontraktor, mereka juga mengeluhkan tentang perbaikan jalan yang sampai saat ini belum juga dikerjakan seperti yang dijanjikan oleh kontraktor.

“Waktu itu Rian datang kesini bersama Pa Gonis (DPRD). Dia menjanjikan dalam waktu dekat dia akan memperbaiki jalan yang rusak itu. Namun, kenyataanya sampai sekarang belum juga dikerjakan. Kami berharap semoga Baba Rian menepati janjinya dan tidak menipu kami,” tegas salah seorang warga lain.

Sementara, kontraktor Rian, membantah jika upah pekerja dan biaya pengangkutan material untuk perbaikan jembatan tersebut belum dilunasinya.

Kata siapa belum dibayar? Tanya saja sama tukang (pekerja) atau kepala dusunnya. Sudah dibayar lunas,” kata Rian, Rabu sore, 21 November 2018.

Gabrin Anggur/Rosis Adir/Floresa