Kondisi rumah di Labuan Bajo, yang dikontrakkan Emi Hafidz, Caleg DPR RI Nasdem NTT 1.

Labuan Bajo, Floresa.co – Sebuah rumah di Desa Gorontalo, Kecamatan Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat (Mabar), ludes dilahap api pada Jumat, 12 November 2018 sekitar pukul 10.30 Wita.

Menurut saksi mata Aland Dias, yang membuat rumah milik almarhum Bonefasius Bensi itu terbakar akibat api yang datang dari lantai dua rumah itu.

“Saat saya selesai bersihkan rumah, saya duduk di teras rumah. Tiba-tiba ada api muncul dari atas (lantai dua) rumah,” kata Alan.

“Tetangga juga tadi bilang api itu datang dari lantai dua rumah,” tambahnya.

Saat melihat api yang perlahan menerobos sisi-sisi rumah itu, Alan bergegas meminta bantuan warga sekitar. Dan, untungnya, seorang brimob bernama Cornelis Alojaha, yang saat kejadian ada di sekitar lokasi langsung mengambil tindakan.

Cornelis lalu mengarahkan mobil tangki (air), penjual air yang tengah melintas di sekitar lokasi kejadian. Lalu, bersama Cornelis, beberapa warga, bahu-membahu memadamkan api.

“Brimop itu arahkan beberapa mobil tangki itu ke sini semua. Dan, airnya langsung disiram ke rumah ini. Kalau tidak cepat itu mobil tengki, bisa lebih parah kodisinya,” katanya.

Sementara, dua unit mobil pemadam kebakaran baru tiba setengah jam setelahnya dan disusul satu unit lainnya beberapa menit kemudian.

“Mobil itu datang sekitar jam 11 Wita,” tambah Alan.

Kondisi di lantai dua rumah.

Sementara, Rusnawati, yang mendiami lantai pertama rumah itu sejak Maret 2018, mengatakan akibat peristiwa itu, pihaknya mengalami kerugian sekitar belasan juta rupiah.

“AC, Kulkas, TV, Spring bed harga dua jutaan rusak semua,” kata Rusnawati.

Rusnawati juga menginformasikan, dirinya mendiami rumah itu karena menjadi staff dan pengelola kapal milik Emi Hafidz, Calon DPR RI Nasdem, Dapil NTT satu.

Dan, rumah itu sendiri menjadi kantor operasional Emi Hafidz yang dia kontrakkan dari Matheus Siagian, Pemilik Cafe Tree Top, Labuan Bajo sekaligus calon DPRD Partai Nasdem Mabar.

“Dua hari lalu, dia sempat singgah di sini, lalu ke Ende dan besok rencananya akan nginap di sini dan lagi siap menerima dia,” kata Rusnawati.

Sementara, katanya, lantai dua rumah itu ditempati oleh karyawan Tree Top bernama Edo serta beberapa temannya. Namun, sejak beberapa minggu lalu, ada orang baru yang menempatinya.

“Sekitar dua minggu lalu, ada orang baru yang masuk. Namanya Men, dan tinggal dengan isterinya. Sementara Edo dan lainnya sudah tidak lagi ke sini,” katanya.

“Dan, tadi malam dia (Men) datang ke sini. Tapi, setelah itu pergi lagi. Katanya, ke kampungnya,” ujar Rusnawati.

Senada dengan Alan, Rusnawati menduga, api berasal dari lanti dua rumah itu. Pasalnya, perabot bagian atas rumah itu hangus tak tersisa.

Potongan-potongan kayu, sing, dan beberapa tumpukkan kertas yang hanya terbakar sebagiannya, tampak menumpuk.

Sementara di bagian bawah, beberapa perbot-perobot masih utuh. Yang mengalami kerusakan umumnya alat elektronik karena tersiram air saat proses pemadaman.

    Saat rumah tengah dikepung api. (Foto: FB Matheus Siagian).

Selain itu, juga yang ikut rusak ialah sebuah spring bed yang ditempatkan di kamar yang plafonnya terbuat dari kayu. Dan, plafon kayu itu juga ikut terbakar.

“Api mudah masuk dari atas ke bawah sehingga spring bed rusak. Sementara, di kamar lain spring bed-nya tidak terbakar karena plafonnya tembok,” jelasnya.

“Kami juga kalau tidak ada Ibu (Emi Hafidz) tidak pernah masak di sini. Tunggu Ibu datang baru masak,” tambahnya.

Sementara, Aventinus Kuang, kakak dari almarhum Bonefasius Bensi, mengaku mengetahui kejadian itu setelah ditelepon oleh kerabatnya.

“Tadi ada adik yang telepon, kasih tau saya kalau rumah terbakar,” katanya.

Sementara, proses selanjutnya akan dibahasnya dengan Matheus Siagian yang diketahuinya mengontrak rumah itu.

“Sudah bicara dengan Matheus. Kan dia yang kontrak rumah ini. Saya tidak tau kalau ada juga orang lain (Emi Hafidzs) yang tinggal di sini,” ujarya.

Pantauan Floresa.co, sekitar pukul 13.00 Wita rumah tampak sepi. Poster Partai Nasdem yang digantung di bagian depan rumah tampah utuh.

Garis polisi juga sudah melingkar mengelilingi rumah.

Beberapa orang tengah sibuk memindahkan barang dari lantai bawah rumah itu ke luar ruangan. Empat biji tabung gas yang sebelumnya ditempatkan di dalam rumah nampak sudah ditempatkan di bak mobil pick up.

Enam buah kaca jendela yang menghadap jalan pecah berkeping-keping.

Di lantai rumah, baik di bagian atas maupun di bawah, dipenuhi air. Sementara, potongan-potongan kayu yang sudah hangus terbakar tampak berserakan di mana-mana.

ARJ/Floresa