Presiden Jokowi (Foto: Tempo.co).

Floresa.co – Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengajak generasi muda untuk berhijrah dari kebiasaan yang buruk menuju ke yang lebih baik. Hal itu disampaikannya saat menerima pesrta Kongres Indonesia Millenial Movement di Istana Bogor, Selasa, 13 November 2018.

“Marilah kita hijrah dari ujaran-ujaran kebencian ke ujaran-ujaran kebenaran. Hijrah dari pesimisme ke optimisme. Hijrah dari pola konsumtif ke pola-pola yang produktif. Hijrah dari kegaduhan-kegaduhan ke persatuan, kerukunan, karena itulah yang dibutuhkan,” katanya seperti dilansir Tempo.co, Selasa, 13 November 2018.

Sebelumnya, para pemuda itu menggelar kongres tersebut pada peringatan Hari Pahlawan yang diselenggarakan oleh Maarif Institute for Culture and Humanity.

Melalui kongres tersebut, para generasi millenial Indonesia berkomitmen untuk mempromosikan perdamaian dan pencegahan ekstremisme serta kekerasan.

Kepada para pemuda ini, Jokowi mengingatkan tentang keragaman bangsa Indonesia. Menurut Jokowi, banyak masyarakat yang lupa atas keragaman itu dan kadang menyebabkan mereka merasa tidak sebangsa dan setanah air.

Selain itu, di tahun politik ini Jokowi meminta anak muda berhati-hati dengan merebaknya intoleransi hingga ekstremisme. Semua tindakan itu, kata Jokowi,  terpengaruh oleh peristiwa-peristiwa politik yang ada.

“Sebetulnya yang berkaitan dengan intoleransi, terutama di negara kita, lebih banyak didorong peristiwa-peristiwa politik. Pemilihan bupati, wali kota, gubernur, dan presiden. Kejadiannya banyak dimulai dari situ,” tuturnya.

Tempo.co/Floresa