Ini adalah lokasi pentas seni yang akan digelar di SMAK St Ignatius Loyola Labuan Bajo. (Foto: Floresa)

Labuan Bajo, Floresa.co – SMAK St. Ignatius Loyola Labuan Bajo menggelar festival seni dan budaya, yang dimulai Kamis sore, 8 November 2018.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, dari sekian acara yang akan ditampilkan, panitia menghadirkan Ivan Nestorman, penyanyi musik noe-tradisi.

Menurut Pastor Yeremias Bero, Kepala Sekolah, tujuan menghadikan vokalis Komodo Project itu selain sebagai magnet bagi warga Labuan Bajo, juga karena Ivan sudah sangat profesional di bidang musik etnik.

Harapannya, kata dia, Ivan bisa menjadi inspirasi bagi anak-anak didiknya untuk lebih giat mengembangkan diri, khususnya di bidang seni.

“Di kalangan anak muda, dia (Ivan) sangat dikenal. Saya mau tunjukan kepada anak-anak (siswa) bahwa kalian bisa menjadi seperti dia, bukan mustahil,” katanya di sela-sela persiapan di Lapangan sekolah tersebut, Kamis siang.

Acara ini akan digelar dua malam berturut-turut, dari Kamis malam, hingga Jumat malam, 9 November 2019.

Ivan rencananya akan tampil Jumat malam.

Selain menghadirkan pencipta lagu “Komodo Sunset” itu, acara baru yang akan disuguhkan adalah teater “Kandi Tana” yang disutradarai Frater Haris, calon imam yang sedang menjalankan masa orienstasi pastoral di sekolah itu.

Selebihnya, seperti festival yang digelar dua tahun berturut-turut, 2016 dan 2017, yang akan dipentaskan adalah, musik yang dibawakan oleh grup band dari kota Labuan Bajo dan dari siswa sendiri.

Selain itu, ada juga pengisi acara dari sekolah lain, seperti dari SD dan SMP Yosefa, sekolah binaan suster-suster SSpS dan dari siswa Seminari Yohanes Paulus II Labuan Bajo.

Selain itu, ada juga pameran kerajinan seperti bunga hidup dalam vas yang mewakili gerakan “Sekoalah Peduli dan Berbudaya Lingkungan” di sekolah tersebut, lukisan-lukisan serta makanan hasil olahan siswa sendiri yang akan ditawarkan ke para tamu.

Bahan-bahan tersebut akan dipamerkan di setiap stand yang berjumlah 18 buah yang merupakan perwakilan dari setiap kelas serta dari beberapa kelompok minat.

Di sana, mereka akan menjajal hasil kreativitas masing-masing.

Sejumlah siswi sedang menata salah satu stand, tempat mereka akan menjajal kuliner kepada para tamu. (Foto: Floresa)

Menurut Pastor Yeremias, konsep tersebut digagas terutama untuk mengembangkan karakter siswa.

Harapannya, acara itu menjadi medium bagi siswa untuk mengimplementasikan setiap pelajaran yang telah mereka dapatkan di kelas.

“Anak-anak sekolah  kita didik dalam banyak bidang di sekolah, di bidang akademik, bidang non akademik, di bidang olahraga, di bidang seni dan budaya dan sebagainya,” jelasnya.

“Kami  berpikir, yang sudah diajarkan itu perlu dikembangkan,” tambahnya.

Lebih lanjut, demikian Pastor Yeremias, dirinya bersyukur karena itu merupakan ide yang berasal dari siswa-siswa sendiri dan juga dilaksanakan oleh seluruh civitas akademika sekolah milik Serikat Sabda Allah (SVD) itu.

“Anak-anak mempunya orientasi, selain untuk pengembangan diri, mereka yang adalah anak muda pasti mau mewujudkan diri melalui penampilan-penampilan nanti,” tambahnya.

“Harapannya, acara bisa berjalan sukses dan tentu menjadi ruang pembelajaran bagi anak-anak,” tutupnya.

Pantauan Floresa.co, hingga pukul 15.00, siswa-siswa tampak sibuk mempersiapkan acara.

Ada yang mempersiapkan panggung, alat musik serta sound system, menata meja yang ditempatkan di tengah-tengah area acara, serta ada yang juga merapikan stand-stand yang akan menjadi tempat menjajal kuliner.

ARJ/Floresa