Pemateri Seminar, Siswa Seminari Yohane Paulus II Labuan Bajo. (Foto: Aldo Foya).

Labuan Bajo, Floresa.co – Sekolah Menengah Agama Katolik (SMAK) Seminari Menengah St. Yohanes Paulus II Labuan Bajo, Manggarai Barat (Mabar), menggelar seminar tentang pengaruh budaya Kempo terhadap pariwisata Labuan Bajo, di Aula sekolah tersebut pada Senin, 5 November 2018, mulai pukul 08.00 Wita.

Menurut mereka, nuansa budaya Kempo, walaupun cukup dominan mewarnai Mabar, namun belum sepenuhnya terasa dalam arus perkembangan pariwisata.

“Kami menemukan bahwa, memang terdapat indikasi kurangnya pengaruh budaya kempo dalam dunia kepariwisataan di Labuan Bajo,” jelas Rony Santoso siswa yang tampil sebagai salah satu pemateri.

Menurut Rony, kesimpulan itu mengacu kepada penelitian yang mereka lakukan selama kurang lebih satu setengah bulan. Respondenya sejumlah 230 orang yang terdiri dari siswa dari sekolah-sekolah, tetua adat dan tokoh masyarakat di kota pariwisata tersebut.

Senada Ronny, Alfonsa Lidia Handini Ndagu, perwakilan dinas pariwisata yang juga turut menghadiri seminar itu mengakui bahwa, perhatian terhadap budaya di dalam dunia pariwisata di Labuan Bajo ini belum maksimal.

“Kami mengakui bahwa memang kita belum optimal dalam mengembangkan kebudayaan dalam ritme pariwisata di Labuan Bajo. Akan tetapi kita sudah memulainya dengan peraturan bupati tentang pengembangan budaya,” katanya.

Peserta Seminar. (Foto: Aldo Foya).

Sementara Kepala Sekolah, Pastor Didimus Mbembo mengatakan, seminar ini merupakan rutinitas tahunan sekolah yang bertujuan membantu siswa mengasah kemampuan meneliti serta menganalisis fenomena di sekitar mereka.

“Kebetulan kami ini berada di kota pariwisata dan dalam naungan budaya kempo, kami mempunyai kerinduan untuk mempelajari keduanya secara terus menerus. Karena itu, kami melatih siswa untuk melakukan penelitian sederhana tentang situasi yang ada di sekitar mereka,” katanya.

“Penelitian ini merupakan bentuk pengabdian sederhana dari SMAK Seminari kepada masyarakat sekaligus sebagai latihan bagi siswa untuk mengenal dan mengetahui langkah-langkah ilmiah dalam menilai dan menganalisis sesuatu,” lanjutnya.

Hadir juga dalam seminar itu, Ketua Komisi Pariwisata, Romo Ino Sutam yang juga membawakan materi tentang budaya Manggarai umumnya dengan pariwisata.

Selain itu, hadir juga Kepala Seksi Kantor Kementerian Agama Mabar, Penggiat Pariwisata Labuan Bajo, para utusan dari 5 sekolah di Labuan Bajo dan para guru serta siswa Seminari. Usai seminar, peserta dan pembicara masing-masing mendapatkan sertifikat.

Aldo Foya/ARJ/Floresa