Saat masyarakat adat Raong, Desa Benteng Raja, Kecamatan Borong, Manggarai Timur mengelilingi compang saat pergelaran upacara tempal darang ni'i.

Borong, Floresa.co – Masyarakat di wilayah kekuasaan Teno Deru Ara di Raong, Desa Benteng Raja, Kecamatan Borong, Manggarai Timur (Matim) sangat antusias mengikuti acara tempal darang ni’i di depan compang di tengah kampung tersebut pada Jumat, 2 November 2018.

Compang merupakan mesbah tempat menaruh persembahan atau sesajian untuk leluhur. Sedangkan, tempal darang ni’i ialah ritual adat pemberkatan benih jagung, padi dan lainnya sebelum musim tanam tiba.

Darah ayam dan air yang sudah didoakan secara adat, dipercik ke benih-benih itu.

Pembakaran nasi bambu.

Menurut tu’a teno (pemimpin wilayah adat) Deru Ara, Wilem Gas, ritual tersebut dilakukan setiap tahun untuk meminta berkat dari leluhur dan Tuhan agar benih yang ditanam itu bertumbuh subur dan menghasilkan panenan yang berlimpah.

“Ritual ini dilakukan setiap tahun saat musim tanam tiba dan diikuti oleh semua masyarakat yang punya sor moso (tanah) pada wilayah kekuasaan teno Deru Ara,” ungkapnya.

Masih menjadi bagian dari upacara tersebut, terdapat ritual lain, yakni tapa kolo. Tapa (membakar) kolo (nasi bambu).

Beras yang diisi ke dalam bambu, ditutup menggunakan daun enau lalu dipanggang. Setelah kolo matang, semua warga kampung makan bersama di sekitar compang.

Rosis Adir/Floresa